Sabtu, 27 November 2010 19:10 WIB Sport Share :

Indonesia peringkat 15 Asian Games 2010

Guangzhou–Kontingen Indonesia menempati peringkat 15 klasemen akhir perolehan  medali emas Asian Games XVI/2010 di Guangzhou  dengan empat medali emas, sembilan perak dan 13 perunggu.

Pada hari terakhir Asian Games XVI/2010, Sabtu (27/11) pelari marathon Triyaningsih dan Yahuza gagal menyumbang medali tambahan bagi Kontingen “Merah Putih” setelah mereka gagal finish di tiga besar pada lomba sejauh  42,2 kilometer itu.

Medali perunggu yang dipersembahkan karateka Donny Darmawan dan tim sepak takraw putra Indonesia  merupakan medali terakhir yang diraih di penghujung helatan olahraga terbesar se-Asia itu.

Sementara itu tuan rumah China, dipastikan mempertahankan gelar Juara Umum Asian Games XVI/2010 dengan raihan medali yang signifikan yakni 199 medali emas, 119 perak dan 98 perunggu.

Sedangkan di peringkat kedua, Korea Selatan dengan 76 medali emas, 65 perak dan 91 perunggu. Disusul kemudian oleh Jepang dengan 48 emas, 74 perak dan 94 perunggu.

Helatan Asian Games XVI/2010 yang berlangsung lebih dari dua pekan itu memetakan perkembangan dan kekuatan olahragawan.  Kawasan Asia Timur sangat signifikan dan meninggalkan jauh kekuatan belahan Asia lainnya.

Sementara itu Iran yang mengumpulkan 20 medali emas, 14 perak dan 25 perunggu mewakili kekuatan Asia Barat, sedangkan Khazakstan yang menempati peringkat kelima mewakili kekuatan negara pecahan Uni Soviet dan India dengan 14 emas, 17 perak dan 33 perunggu mewakili Asia Selatan.

Sedangkan wakil Asian Tenggara, Thailand menempati peringkat ke-9 dengan 11 emas, 9 perak dan 32 perunggu disusul kemudian Malaysia dengan sembilan emas 18 perak dan 14 perunggu.

“Prestasi olahraga Asia saat ini didominasi Asia Timur, China, Jepang, Korea dan China Taipei di papan atas. Sedangkan kawasan Asia lainnya tertinggal dan harus bekerja keras lagi. Termasuk Indonesia juga harus menyiapkan pembinaan ke depan dengan baik untuk regenerasi atlet,” kata Menteri Negara Pemuda dan olahraga, Andi Mallarangeng.

Ia menyebutkan, prestasi Indonesia naik dari peringkat ke-19 pada Asian Games XV/ 2006 dengan raihan dua emas, tiga perak dan 15 perunggu menjadi peringkat ke-15 pada Asian Games XVI/2010 dengan empat emas, sembilan perak dan 13 perunggu.

Kontingen Indonesia sendiri diselamatkan oleh penampilan gemilang oleh nomor perahu naga yang mempersembahkan tiga emas dan tiga perak. Sedangkan satu medali emas lagi diraih dari cabang bulutangkis nomor ganda putra.

“Kami apresiasi keberhasilan tim perahu naga Indonesia meraih hasil terbaik di Asian Games XVI/2010. Meski cabang baru, namun Indonesia berhasil memanfaatkan peluang di nomor itu secara maksimal,” kata Andi Mallarangeng.

Sementara itu perolehan medali Indonesia antara lain dipersembahkan oleh cabang bulutangkis, sepak takraw, angkat besi, karate, taekwondo, biliar, boling, balap sepeda, perahu naga dan wushu.

“Dari prediksi delapan  cabang yang diprediksi meraih medali, ternyata realisasinya 11 cabang olahraga,” ucap Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo.

Meningkat

Meski banyak kalangan meragukan raihan empat medali emas yang diraih di Asian Games 2010 dihasilkan dari perahu naga yang tidak dipertandingkan pada Olimpiade bahkan kemungkinan pada Asian Games 2014 di Korea Selatan, menurut Andi Mallarangeng tidak bisa dinilai separuh-separuh.

“Bagaimanapun nomor itu resmi di Asian Games dan harus kita syukuri sukses yang diraih di Guangzhou. Namun di lain pihak harus melakukan evaluasi karena adanya target yang gagal direalisasikan. Evaluasi hal yang wajar dalam olah raga,” jelas Andi Mallarangeng.

Pada kesempatan itu, Menegpora sebagai wakil Pemerintah Indonesia mengapresiasi perjuangan seluruh atlet Kontingen Indonesia 2010 yang telah bekerja keras dalam dua minggu event olahraga itu digelar.

“Perjuangan semua begitu besar bagi negara dan bangsa, mereka pahlawan. Bagi yang belum berhasil meraih medali emas tidak perlu kecil hati karena mereka tetap akan dipercaya untuk menjadi kekuatan inti pada even selanjutnya di ajang SEA Games XVI/2011 di Indonesia.”

Terkait penyelenggaraan Asian Games XVI/2010 merupakan event yang perlu dicontoh oleh Indonesia yang akan menggelar SEA Games 2010.

“Apa yang kita lihat, rasakan dan saksikan dalam penyelenggaraan di Guangzhou perlu dijadikan masukan dan diimplementasikan dalam pengembangan dan pembinaan atlet maupun infrastruktur olahraga di Indonesia, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang ada,” papar Andi Mallarangeng.

Pada kesempatan itu Menegpora juga berjanji untuk meningkatkan program pembinaan atlet, pembangunan infrastruktur serta meningkatkan SDM olahraga di Indonesia termasuk peningkatan  kemampuan dan sertifikasi wasit Indonesia agar berlevel internasional.

ant/nad

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…