Sabtu, 27 November 2010 19:29 WIB Sport Share :

Eto'o akhirnya minta maaf ke Cesar

Verona--Sepekan setelah kasus tandukan Samuel Eto’o kepada Bostjan Cesar, si penyerang Kamerun itu akhirnya mengakui perbuatannya tak sportifnya itu dan sudah meminta maaf kepada Cesar.

Eto’o jadi pesakitan saat hantaman kepalanya ke dada Cesar ketika Inter Milan kalah 1-2 dari Chievo pekan lalu tertangkap.

Walaupun tak mendapat hukuman dari wasit saat itu, Eto’o akhirnya dijatuhi skorsing tiga pertandingan oleh otoritas Seri A.

Beberapa hari setelahnya belum ada permintaan maaf eks penyerang Barcelona itu kepada Cesar walaupun Eto’o telah meminta maaf kepada publik atas tindakannya itu.

Namun kali ini Cesar membeberkan jika Eto’o telah meminta maaf kepada dirinya secara personal melalui telepon.

Kedua pemain telah bersepakat melupakan insiden memalukan itu meskipun awalnya disinyalir Cesar yang lebih dulu menyulut emosi Eto’o, dengan memukul kepala belakang Eto’o dan berkata-kata kasar.

Berikut petikan pernyataan Cesar soal permintaan maaf Eto’o seperti dilansir Football Italia dari La Gazetta Dello Sport:

Dia telah menelepon saya dan mengatakan sangat menyesal atas apa yang dilakukannya.

Dia meminta maaf kepada saya dan keluarga saya. Tandukan kepalanya hanyalah emosi sesaat. Saya pun langsung menerimanya. Anda bisa bilang itu adalah sikap seorang juara sejati.

Jelas dalam momen seperti itu pada pertandingan Anda bisa saja gelap mata dan apapun bisa terjadi. Tapi dengan mengakui kesalahan Anda menunjukkan intelejensia Anda. Permintaan maaf secara personal adalah tanda sikap profesional.

Ini tinggal masalah bagaimana kita secara pribadi menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin. Saya sadar Samuel dan Inter sedang melalui masa-masa sulit dan tensi seperti itu bisa sangat mempengaruhi emosi Anda.

Eto’o telah membuktikan dirinya adalah seorang juara dan saya sudah memaafkannya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…