Sabtu, 27 November 2010 11:30 WIB News Share :

BK DPR dirombak, anggota yang pelesir harus tetap diperiksa

Jakarta–Mayoritas fraksi di DPR sepakat merombak Badan Kehormatan (BK) DPR untuk menyelesaikan konflik internal lembaga itu. Jika seluruh anggota BK akhirnya ditarik fraksi, 8 anggota BK yang plesiran ke Turki harus tetap diperiksa.

“Jika 11 anggota BK ditarik, itu tidak menggugurkan desakan pemeriksaan terhadap delapan yang ke Yunani dan transit Turki itu. Itu tidak ada hubungannya,” kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, Sabtu (27/11).

Ray mengatakan, adanya fakta baru bahwa delapan anggota mempromosikan furnitur di Turki, semakin menguatkan alasan mereka harus diusut. Sebab, tujuan awal anggota tersebut ke Yunani adalah studi banding soal etika.

“Ini semakin menguatkan argumen bahwa mereka harus diperiksa,” kata Ray.

Sebelumnya, Wakil Ketua BK, Nurdirman Munir mengatakan, ada hal yang positif dari kunjungannya ke Turki, yakni berhasil mempromosikan furnitur dalam negeri.

“Kami berhasil membawa 17 buyer mau membeli furnitur ratusan miliar ke Indonesia,” pamer Nudirman.

Saat ini Nudirman bersama tujuh anggota BK lainnya dalam proses investigasi. delapan anggota BK DPR ketahuan pelesiran ke Turki selama dua hari usai studi banding ke Yunani.

Mereka mengakui sempat berjalan-jalan ke Istana Raja Turki di Istanbul. Mereka juga sempat disuguhi tari gadis berbaju kurung di Yunani.

Saat ini pimpinan DPR tengah membahas perombakan BK. BK dinilai telah gagal mengawal etika dewan yang seharusnya mereka junjung tinggi.

dtc/rif

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…