Sabtu, 27 November 2010 16:15 WIB News Share :

Abu Bromo dikhawatirkan ganggu penerbangan

Probolinggo--Seiring mengarahnya abu vulkanik ke arah barat daya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengirim surat ke Kemenhub (Kementrian Perhubungan) bagian udara.

Pasalnya, PVMBG mendapatkan laporan jika material vulkanik yang dimuntahkan Gunung Bromo sempat mengganggu penerbangan tujuan dari/ke Bandara Abdurrahman Saleh, Malang.

Sebelumnya diberitakan, pesawat tujuan Malang dengan ketinggian 12.000-14.000 meter menerobos hembusan abu.

“Kita sudah mengirimkan surat ke Kemenhub terkait sudah terjadinya letusan minor yang disertai material abu vulkanik yang bisa membahayakan penerbangan,” kata Kepala Sidang Mitigasi Bencana Geologi PVMBG, Gede Suantika kepada wartawan di kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Cemorolawang, Sabtu (27/11).

Namun, lanjut Gede, pihaknya sama sekali tidak bisa mengeluarkan rekomendasi larangan penerbangan.

“Kita hanya memberikan masukan, yang memutuskan Kemenhub. Karena abu vulkanik biasanya dapat mengganggu mesin pesawat,” tuturnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang daerahnya terkena limpahan atau hujan abu akibat semburan abu vulkanik Gunung Bromo, supaya tetap 0tenang.

Namun masyarakat diharap tetap menggunakan masker selama beraktivitas di luar ruangan.

“Kita imbau masyarakat yang terkena limpahan abu dari semburan abu vulkanik untuk menggunakan masker. Serta sampai saat ini abu yang dikeluarkan masih dalam taraf aman, sehingga tidak perlu dilakukan evakuasi warga,” pungkas Gede.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…