Sabtu, 27 November 2010 10:53 WIB News Share :

900 Warga Bantul 'balas budi' korban Merapi

Bantul— Sekitar 900 warga dari Kabupaten Bantul menggelar bakti sosial untuk warga korban erupsi merapi di kawasan Kecamatan Pakem, Kebupaten Sleman, DIY.

Target gotong royong ini adalah membangun sarana prasarana umum yang sangat dibutuhkan warga, termasuk rumah untuk korban Merapi.

“Saatnya warga Bantul yang dahulu menderita akibat bencana gempa bumi membalas kebaikan warga Sleman yang turut membantu warga Bantul dalam masa kesulitan dan kesusahan,” kata Ketua Panitia Bakti Sosial untuk warga korban merapi di Kabupaten Sleman, Misbakul Munir Sabtu (27/11)

Sekitar 900 orang ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti perangkat desa, pegawai kecamatan, PGRI, staf dan pejabat Dinas di lingkungan pemerintah Kabupaten Bantul, TNI, Polri dan pejabat teras Pemkab Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warga Bantul secara serentak berangkat dari Lapangan Paseban Bantul dengan menggunakan 150 unit armada, satu truk pengangkut sampah, satu truk tanki air bersih, 17 unit ambulans. Mereka menuju Posko Utama di Kecamatan Pakem.

Selanjutnya, rombongan bakti sosial ini akan akan menyebar ke dalam beberapa kelompok. Kelompok akan dibagi ke beberapa desa seperti Balai Desa Purwobinangun, Candibinangun, Harjobinangun, Pasar Pekam, Terminal Pakem dan posko utama Kecamatan Pakem.

“Bakti sosial ini kita targetkan selesai pada pukul 12.00 WIB. Selanjutnya rombongan warga Bantul akan kembali lagi ke rumahnya masing-masing,” tuturnya.

Bupati Bantul Sri Suryawidati yang juga turut kerja bakti untuk masyarakat Sleman korban erupsi merapi menyatakan, masyarakat Sleman saat terjadi bencana alam gempa bumi sangat membantu warga Bantul. Saat ini mereka sedang susah akibat bencana Gunung Merapi dan warga Bantul ingin membalas budi atas kebaikan masyarakat Sleman.

“Bakti sosial ini murni dari keinginan masyarakat Bantul yang difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Bantul,” kata Bupati Bantul Sri Suryawidati.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…