Jumat, 26 November 2010 03:58 WIB Klaten Share :

Warga Tlogowatu kesulitan cari makan

Klaten (Espos)--Problem warga pengungsian yang meninggalkan barak pengungsian mulai bermunculan. Warga di Desa Tlogowatu, Kemalang mengaku mulai kekurangan kebutuhan makan sehari-hari lantaran perekonimian mereka masih lumpuh.

Sebagian dari mereka bahkan berencana akan kembali ke pengungsian lantaran tak ada bantuan yang masuk ke desa mereka.

“Sawah dan ladang belum bisa ditanami. Warga sudah kehabisan uang,” kata salah satu relawan yang mendampi warga Tlogowatu, Kemalang, Nurcahyo yang ditemui Espos di Posko Pengungsian Balaidesa, Kraguman, Jogonalan, Klaten, Kamis (25/11).

Warga Tlogowatu yang kekurangan bahan makanan itu, imbuh Nurcahyo, tersebar di sejumlah dusun. Mereka terus kembali naik turun menuju posko-posko pengungsian demi meminta-minta sumbangan makanan buat keluarganya yang ditinggal di rumah.

“Mereka itu tak dibekali logistik sama sekali selain sisa roti kering ketika pulang ke rumahnya. Akibatnya, mereka sekarang kebingungan lantaran tak ada bekal dan sisa makanan di rumah,” terangnya.

Koordinator relawan dari Ikatan Putra Dearah Klaten (IPDK), Kirin Siswo Riyanto menambahkan, selain logistik warga juga kekurangan stok air bersih.
Menurut Kirin, banyak warga di sana yang terhambat akses informasi lantaran ketika mereka meminta-minta logistik kerap ditolak lantaran tak memiliki pengantar dari Camat.

Hal itulah yang membuat warga di sana terabaikan lantaran keberadaannya yang tak terjangkau.

“Padahal, untuk mendapatkan bantuan logistik harus minta surat kepada Camat. Nah, informasi seperti itu jelas tak mereka ketahui,” ucap dia.

Saat ini, Kirin bersama relawan lainnya tengah menghimpun logistik untuk langsung disalurkan kepada warga langsung di Desa Tlogowatu.

“Kami ingin menjembatani warga yang terhambat akses itu. Mereka harus makan segera tanpa terikat oleh prosedural birokrasi yang panjang,” lanjut dia.

asa

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…