Jumat, 26 November 2010 02:53 WIB Boyolali Share :

Tlogolele belum minta dropping air bersih

Boyolali (Espos)--Pihak Pemerintah desa (Pemdes) Tlogolele, Kecamatan Selo belum mengajukan dropping bantuan air bersih ke Pemkab. Pasalnya, pihak Pemdes masih berkonsentrasi mengurus pengungsi yang masih bertahan di Magelang.

Kades Tlogolele Budi Harsono mengatakan alasan belum mengajukan <I>dropping<I> bantuan air bersih itu dikarenakan belum seluruhnya warga kembali ke rumah masing-masing.
“Baru sebagian warga yang pulang, karena mengurus rumah dan hewan ternak. Sehingga kami belum mengajukan resmi bantuan air bersih ke Pemkab,” ujarnya kepada wartawan di Pemkab, Kamis (25/11).

Budi menambahkan adanya sebagian warga yang sudah kembali dan memanfaatkan sumber air yang ada untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga perlu ada perhatian khusus. Pasalnya, sumber air tersebut juga tercemar abu vulkanik, meski dalam kadar yang rendah.
“Kondisi air di Tlogolele memang sangat memrihatinkan. Air yang keluar dari kran saja tercemar abu vulkanik,” papar dia.

Pihak Pemdes, jelas Budi, akan mengajukan permintaan bantuan air bersih, jika nantinya para warga sudah kembali dari pengungsian dan membutuhkan pasokan air yang cukup besar.

Sebelumnya, para warga di Dukuh Karang, Desa Tlogolele harus berjalan kaki beberapa kilometer untuk mencapai sumber air di Kali Tulung yang berada di desa setempat. Pasalnya, para warga kesulitan memperoleh air bersih, setelah jaringan pipa air bersih yang menuju dukuh mereka hanyut dihantam banjir lahar dingin Merapi.

Menurut Budi, selama ini ada beberapa warga yang memanfaatkan sumber air itu. Namun, akibat bencana Merapi, sumber air Kali Tulung itu menjadi andalan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski harus berjalan kaki menuju ke dasar sungai.

fid

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…