Jumat, 26 November 2010 23:02 WIB Sukoharjo Share :

Terkait sepinya Pasar Kartasura, Disperindag minta trayek bus dikembalikan

Sukoharjo (Espos)--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo terkait keluhan pedagang Pasar Kartasura yang merasa pengunjung semakin berkurang.

Sesuai aspirasi para pedagang, surat itu berisi permintaan pengembalian trayek beberapa angkutan umum perdesaan agar melintas di depan pasar. Pengembalian trayek angkutan umum itu bertujuan mendekatkan pengunjung ke Pasar Kartasura.

Informasi itu disampaikan Kepala Disperindag Sukoharjo, Supangat, saat terhubung dengan Espos, Jumat (26/11). “Kami sudah mengirim surat kepada Dinas Perhubungan (Dishubinfokom-<I>red<I>) bulan lalu,” katanya.

Supangat mengatakan pengiriman surat itu merupakan tindak lanjut atas evaluasi terhadap permasalahan pada pendapatan asli daerah yang berasal dari Pasar Kartasura. Dari evaluasi yang dilakukannya, kondisi pasar yang sepi dipengaruhi oleh tidak dilintaskannya angkutan umum, khususnya minibus dan beberapa angkutan lainnya di depan pasar.

“Menurut evaluasi kami, trayek angkutan yang tidak dilintaskan di depan pasar menjadi salah satu penyebab sepinya pasar,” tambahnya.

Namun, permintaan pengembalian trayek itu dikatakan Supangat belum mendapat balasan dari Dishubinfokom. “Kami belum terima balasan,” katanya.

Sementara Kepala Dishubinfokom Sukoharjo, Rusmanto, mengaku belum menerima surat permintaan itu. Menurutnya, pengembalian trayek angkutan itu membutuhkan survei khusus. “Kami belum terima. Jika iya, harus ada survei dulu dan melibatkan beberapa instansi,” jelasnya.

Rusmanto mengaku pihaknya tak bisa serta-merta mengubah trayek. Dia menyebut saat ini telah dibicarakan masalah untuk mengurangi kemacetan di beberapa titik wilayah Kartasura.

“Tidak dimasukkan saja (angkutan perdesaan-<I>red<I>), jalanan sudah macet. Kami bersama beberapa pihak juga membahas masalah angkutan dan kendaraan besar lainnya untuk mengurangi kemacetan,” tambahnya.

m85

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…