Jumat, 26 November 2010 19:59 WIB Ekonomi Share :

Selalu dikritik, BPS 'berat' umumkan jumlah kemiskinan

Bandung--Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku tugasnya yang paling berat ternyata bukan membuat data statistik inflasi, pertumbuhan ekonomi atau hal lain. Namun yang paling berat adalah mengumumkan tingkat kemiskinan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui Kantor Bank Indonesia, Bandung, Jumat (26/11).

“Kemiskinan selalu menjadi perhatian, dan yang terberat bagi kami adalah mengumumkan kemiskinan. Padahal sudah luar biasa usahanya namun tetap saja masih ada masalah,” jelas Rusman.

Dikatakan Rusman, data terakhir (Maret 2010) jumlah kemiskinan di Indonesia adalah 31 juta orang atau 13,3% dari total jumlah penduduk. Ukurannya adalah mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, atau memenuhi kebutuhan 2.100 kalori per hari.

“Jadi ini adalah mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar karena ketidakmampuan pendapatannya. Mereka penuh dengan subsidi seperti raskin dan sebagainya,” tutur Rusman.

Selain kemiskinan, Rusman juga mengatakan sampai Februari 2010 tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 7,41%. Itu merupakan pengangguran terbuka. “Ukurannya adalah orang itu sama sekali tidak bekerja,” tukas Rusman.

dtc/tya

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…