Jumat, 26 November 2010 12:03 WIB Internasional Share :

Polisi perang lawan geng Narkoba di Rio de Janeiro

Rio de Janeiro–Enam mobil lapis baja menerobos kawasan kumuh di kota Rio de Janeiro, Brazil. Polisi bersenapan mesin adu tembak dengan ratusan anggota geng narkoba. Puluhan mobil dibakar dan 30-an orang tewas. Rio menjadi medan perang kota antara polisi dan geng narkoba.

Kawasan kumuh Vila Cruzeiro di utara Rio de Janeiro sudah menjadi lokasi baku tembak dalam 5 hari terakhir. Warga hanya bisa bersembunyi dan berlindung agar tidak menjadi korban.

“Saat ini, Vila Cruzeiro menjadi daerah pengawasan khusus negara,” kata juru bicara polisi Rodrigo Oliveira, seperti dilansir AFP, Jumat (26/11).

Geng narkoba di daerah itu pun memang sudah siap sedia berperang melawan polisi. Mereka dipersenjatai senapan mesin dan membakar bus-bus untuk menambah kekacauan. Terpantau dari udara, geng narkoba ini baku tembak dan kabur dengan motor dan mobil, atau bersembunyi di bukit-bukit.

Warga mengungsi ke distrik-distrik tetangga untuk menghindari baku tembak. Mereka bingung, apa polisi sudah mengalahkan geng narkoba atau hanya membuat mereka kocar-kacir.

“Belum ada yang kami menangkan. Adalah penting untuk menahan mereka, mengumpulkan narkoba dan senjata mereka, tapi lebih penting lagi mengusir mereka dari wilayah ini,” kata kepala keamanan negara, Jose Beltrame.

Warga kaget dengan operasi besar-besaran yang digelar polisi. Namun, mereka menyambut langkah polisi ini. Mereka sudah lama ingin agar geng narkoba ini diberantas.

“Saya tidak pernah lihat yang seperti ini. Ini sungguhan perang! Tapi ini diperlukan untuk melawan bandar-bandar narkoba,” kata Elias, 44.

Sebagian warga juga mengkritik, polisi bertindak demikian untuk membersihkan kota menjelang Piala Dunia 2014. Polisi mengatakan 30 anggota geng narkoba tewas sejak operasi digelar pada hari Minggu lalu. Polisi menerjunkan ribuan personel dalam perang kota ini. Mereka memakai kendaraan lapis baja, helikopter dan tim sniper.

Polisi melawan dua kelompok besar bandar narkoba, yang bersatu untuk melawan polisi. Sementara seorang pejabat di Rio meragukan efektivitas operasi ini. Marcelo Freixo mengatakan polisi bisa menyerbu Vila Cruzeiro dan membunuh ratusan orang, namun tidak menyelesaikan masalah.

“Jari yang menarik pelatuk tidak sama dengan jari yang menghitung uang dari penyelundupan senjata,” kata dia.

Perang kota melawan bandar narkoba ini dimulai dari penyerbuan geng narkoba ke kantor polisi pada hari Minggu. Sebanyak 180 orang telah ditahan termasuk yang membawa senjata api dan narkoba. Setidaknya 60 kendaraan termasuk bus kota, musnah dilalap api. Sebagian besar kota Rio lumpuh akibat operasi ini.

Rio dihuni sekitar 2 juta orang, sepertiga warganya hidup di lebih dari 1.000 kawasan kumuh yang disebut Favelas. Pemerintah berharap bisa menertibkan 100 kawasan kumuh sebelum 2014.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…