Jumat, 26 November 2010 19:55 WIB Boyolali Share :

Pemprov tolak rencana lokasi yang disodorkan Pemkab Boyolali

Boyolali (Espos)--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menolak rencana lokasi yang disodorkan Pemkab Boyolali terkait pembangunan hunian sementara bagi pengungsi Merapi di Dukuh Karangbulu, Desa Mudal, Kecamatan Boyolali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan Perhubungan dan Kebersihan (DPUPPK) Boyolali Sri Haryono mengatakan penolakan itu didasarkan karena lokasi yang disodorkan itu merupakan tanah produktif. Sehingga, dikhawatirkan akan mengganggu di sekitar lokasi rencana hunian sementara.

“Itu merupakan tanah kas Desa Mudal. Tetapi karena tanah produktif, akhirnya Pemprov menolak,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (26/11).

Haryono mengatakan awalnya pemilihan lokasi itu didasarkan pada ketersediaan luas lahan dan kecukupan air bersih. Hal itu mengacu pada syarat yang ditetapkan Pemprov. Rencananya tanah itu akan disewa selama setahun untuk menghemat biaya.

Dengan ditolaknya rencana hunian sementara itu, Haryono, mengatakan sudah ada dua alternatif lokasi, yakni di Paras, Desa Mliwis, Cepogo dan Desa Penggung, Kecamatan Boyolali. Namun hingga saat ini belum ada kepastian lokasi yang akan dipilih.
“Masih perlu dirapatkan kembali. Untuk Desa Penggung tanahnya kurang luas dan hanya sekitar 1.300 meter persegi,” jelas dia.

fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…