Jumat, 26 November 2010 15:02 WIB Solo Share :

Pemkot Solo didesak realisasikan pengelolaan TSTJ

Solo (Espos)–Kalangan pedagang di Kawasan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) setempat segera merealisasikan rencana pengelolaan dan penataan taman wisata tersebut ke depan. Sebab hingga menjelang akhir tahun 2010 ini, pedagang menilai belum ada kepastian dari Pemkot tentang hal itu.

Pejabat Humas Paguyuban Bakul Taman Jurug (PBTJ), Darno mengemukakan meskipun sudah sering memperoleh informasi bahwa Pemkot akan memperbaiki dan merenovasi TSTJ, sampai saat ini pedagang belum melihat tanda-tanda dimulainya perbaikan pengelolaan taman itu.

Padahal kondisi TSTJ saat ini, menurut Darno, mendesak untuk segera diperbaiki. “Kami (pedagang-red) banyak menerima keluhan dari pengunjung terkait kondisi TSTJ yang sampai saat ini masih sangat memprihatinkan. Kurang terawat, banyak binatang yang terlantar dan permasalahan lain terkait pengelolaan TSTJ sendiri. Dengan kondisi tersebut, tentunya kami berharap Pemkot segera merealisasikan rencana perbaikan atau penataan agar TSTJ ke depan bisa lebih baik,” ujar Darno ketika ditemui wartawan di sela-sela aktivitasnya di TSTJ, Jumat (26/11).

Diakui Darno, kondisi TSTJ yang memprihatinkan tersebut tentu membawa dampak terhadap merosotnya jumlah pengunjung. Hal itu berimbas pula pada menurunnya pendapatan yang bisa diperoleh kalangan pedagang.

“Namun persoalannya bukan cuma itu. Sebab keberadaan kami (pedagang-red) di sini sebenarnya bukan hanya sekadar mencari nafkah, namun juga berharap dapat ikut berpartisipasi melestarikan keberadaan TSTJ yang selama ini menjadi salah satu kebanggan Kota Solo,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Solo Joko Widodo menegaskan proses rekrutmen untuk mengisi posisi jajaran direksi perusahaan daerah (Perusda) yang mengelola TSTJ bakal segera diumumkan awal bulan Desember 2010 ini. Selain itu, Walikota menargetkan perbaikan dan penataan TSTJ dapat dimulai awal tahun 2011 nanti.

“Rekrutmen akan kami umumkan awal Desember nanti, sementara pembangunan TSTJ sendiri segera dimulai awal tahun 2011, setelah ada penetapan siapa investor yang nantinya akan mengelola TSTJ ini,” tegas Walikota.

Lebih lanjut Walikota menyebutkan saat ini sudah ada empat investor dari luar Solo yang telah mendaftarkan diri menjadi pengelola TSTJ, antara lain satu investor dari Lamongan dan dua investor dari Jakarta. Sementara dari lokal Solo, lanjut dia, juga sudah ada dua yang menyatakan berminat.

“Kalau secara pribadi saya memang lebih ‘sreg’ kalau TSTJ dikelola investor lokal, tapi tentunya mereka juga harus memiliki konsep yang bagus dan jelas tentang pengelolaan TSTJ ke depannya. Dan harus jelas pula pihak mana yang digandeng. Sebab saya tidak mau sembarangan,” kata Walikota.

sry

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…