Jumat, 26 November 2010 17:44 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah akan serba irit di 2011

Jakarta--Pada akhir tahun ini, pemerintah akan terbitkan Instruksi Presiden (Inpres) guna mempertegas upaya penghematan anggaran yang mulai berlaku pada awal tahun 2011.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan rencana penerbitan Inpres tersebut sebenarnya sudah cukup lama. Namun, diharapkan usai pembahasan APBN 2011, Inpres tersebut bisa diselesaikan.

“Dengan telah disetujuinya APBN 2011, maka Inpres diharapkan akan segera keluar,” ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (26/11).

Menurut Agus Marto, adanya Inpres tersebut bukan berarti akan mengurangi atau menurunkan jumlah pagu anggaran kementerian/lembaga.

“Tidak ada penurunan pagu, anggaran” katanya.

Inpres tersebut, lanjut Agus Marto, hanya mengatur cara untuk setiap anggaran yang bisa dihemat maka akan dilakukan penghematan. Penghematan itu antara lain untuk perjalanan dinas, biaya rapat, biaya membangun gedung baru tetapi tidak untuk kepentingan dinas melainkan lebih untuk membangun ruang serbaguna, membatasi pembelian kendaraan kecuali yang hanya diyakini untuk kendaraan yang sudah memang perlu diganti dan beberapa biaya lain.

“Itu adalah area yang akan kita lakukan penghematan. Jadi bukan pagu tetapi hemat pengeluaran dan tujuannya adalah nanti dengan dana itu kita akan alokasikan untuk dana yang lebih produktif,” papar Agus Marto.

Agus Marto menjelaskan latar belakang diterbitkan Inpres tersebut karena selama beberapa tahun ini penyerapan anggaran memang tidak bisa diserap dengan penuh. Selain itu diketahui pula bahwa ada beberapa pengeluaran yang dalam evaluasinya dianggap kurang tepat sasaran.

“Jadi kalau bisa menghemat atas biaya yang bisa dihemat kenapa tidak. Kita hanya mau mengalokasikan pengeluaran yang produktif,” tandasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…