Jumat, 26 November 2010 20:42 WIB Sport Share :

Pebiliar Solo rebut juara tiga junior

Solo (Espos)–Pebiliar Kota Solo hanya mampu mendulang medali juara ketiga dalam Srikandi dan Solo Junior Open 2010. Satu-satunya medali tersebut dipersembahkan Yohanna “Atta” yang turun di kelas junior setelah ditaklukan pebiliar Filipina, Kenken Arpilida pada babak semifinal yang berlangsung di Gedung Solo Biliard Center, Kamis (25/11) malam.

Sementara itu, Kenken yang melaju ke final harus puas menempati urutan kedua setelah ditundukkan pebiliar asal Jombang, Cuncun yang melaju ke final setelah mengkandaskan atlet asal Pasuruan, Vicky.

“Ini hasil yang cukup bagus bagi atlet junior asal Solo. Sebenarnya mereka sudah mampu menunjukkan kekuataannya dan bisa bersaing. Tinggal di kemudian hari pembinaannya perlu ditingkatkan lagi agar tidak tertinggal dengan atlet daerah lain,” tutur Humas Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Solo, Ari Setyo kepada Espos, Jumat (26/11).

Atas raihan ini, Atta yang tampil sebagai juara tiga bersama Vicky berhak mendapat hadiah uang pembinaan senilai Rp 3 juta. Sementara Cuncun yang menyabet gelar tertinggi dalam ajang tersebut memperoleh hadiah Rp 10 juta, disusul dengan Kenken yang berhak atas hadiah senilai Rp 5 juta sebagai runner up.

Sementara, pada turnamen Srikandi Open 2010, di luar prediksi juara Kejurnas Biliar 2010 di Semarang, awal November lalu, Angelina tidak mampu melanjutkan tren positifnya saat bertanding di Solo. Atlet nasional asal Jakarta ini harus puas menempati podium ketiga setelah di babak semifinal kalah dari rival terberatnya, Desak Raka asal Bali dengan skor tipis 8-9.

Desak Raka yang merupakan atlet peringkat dua terbaik versi <I>Majalah Berita Biliar<I> ini pun sanggup menjaga konsistensinya hingga ke final. Ia mampu meraih juara umum setelah di partai puncak yang berjalan cukup ketat mengalahkan Amanda dengan skor 9-8.

“Perjuangan Desak memang cukup berat, sejak di babak semifinal ia harus mengalahkan juara nasional, Angelina dengan skor ketat. Di babak final pun, ia menghadapi lawan yang tangguh. Namun, Desak mampu mengatasi lawan-lawannya,” imbuh Ari yang juga bertugas sebagai Koordinator Wasit dalam dua ajang tersebut.

Pada pertandingan yang memperlombakan nomor nine ball ini, di perebutan juara, Desak, memang sempat tertinggal lebih dulu atas Amanda hingga berselisih skor 0-4. Namun, lambat laun, ia mampu menyusul lawannya, bahkan berbalik unggul.

Persaingan yang cukup ketat di partai final dalam dua even ini, imbuh Ari cukup wajar. Mengingat lomba digelar dalam nomor nine ball yang tidak hanya mengasah <I>skill<I>, namun juga dipengaruhi faktor keberuntungan

m89

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…