Jumat, 26 November 2010 15:14 WIB News Share :

Menlu
19 WNI yang ditahan di Afsel ditangani Kedubes

Jakarta–Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengaku sedang mencari informasi perihal adanya penangkapan 19 WNI di Afrika Selatan. Namun saat ini mereka sedang ditangani Kedubees RI di Afrika Selatan (Afsel).

“Sekarang ini dari Kedutaan sedang menanganinya,” kata Marty di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (26/11).

Namun Marty membantah jika 19 WNI tersebut ditahan. “Mereka tidak ditahan. Tapi memang ada permasalahan yang harus diselesaikan,” papar Marty.

19 WNI tersandera di Kota Durban, Afrika Selatan (Afsel). Mereka sudah ditahan di kantor polisi di kota itu selama 10 hari. Mereka ditahan karena terkait pekerjaan.

“Menurut cerita dari salah satu anak buah kapal (ABK) yang saya kenal, tepatnya 10 hari yang lalu, Jumat malam (13/11) dia dan 18 teman lainnya diusir oleh kapten kapal. Hal itu disebabkan karena mereka tidak bersedia menandatangani surat kontrak kerja,” kata seorang pembaca detikcom, Rosy yang tinggal di Kota Durban dalam surat elektronik, Rabu (24/11).

Menurut Rosy, pengakuan para ABK itu bahwa surat kontrak yang harus mereka tanda tangani sangat merugikan. Karena itu, mereka menolak menandatanganinya.

“Mereka kemudian keluar dari kapal dengan hanya membawa pakaian yang sedang mereka kenakan, tanpa membawa bekal ataupun surat-surat berharga seperti paspor dan surat-surat lainnya. Tiga malam mereka bermalam di tempat dekat pelabuhan, di mana mereka biasa menyebutnya nama tempat itu dengan sebutan seamens club,” terang Rosy yang sudah enam tahun tinggal di Durban ini.

Pihak kapal tempat mereka bekerja kemudian mengadukan urusan ini ke kepolisian, sehingga sampai sekarang para ABK yang tidak bersalah itu harus mendekam di tahanan kantor polisi, tepatnya di Westville police station.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…