Jumat, 26 November 2010 01:10 WIB Sport Share :

Lawan Gresik, dua pilar Persis tak dibawa

Solo (Espos)--Dua pemain pilar Persis Solo masing-masing Marwal Lestaluhu dan Prasetyo “Pras” Danu Nugroho tak dibawa pada laga lawatan menghadapi Gresik United (GU) di Gresik, Sabtu (27/11).

Sementara itu keberangkatan Persis yang semula dijadwalkan berangkat Kamis (25/11) tertunda gara-gara kesulitan mendapatkan penginapan. Rencananya rombongan Persis berangkat Jumat (26/11) pagi ini.

“Besok (hari ini) kami akan membawa 18 pemain, tetapi Marwal dan Prasetyo tidak kami bawa. Marwal belum sembuh 100% sedangkan Pras masih ujian,” kata pelatih Persis, Inyong Lolombulan ketika ditemui di Solo, Kamis (25/11).

Terkait itu Inyong mengaku telah menyiapkan pemain pengganti. Karena itu pada latihan kemarin Inyong memberi latihan dan strategi khusus kepada skuatnya, guna menghadapi bentrok di kandang lawan ini.

Menurut dia dengan pertimbangan materi pemain yang dipunyai dan main di kandang lawan dia kemungkinan akan menerapkan pola main 3-6-1. Dengan demikian Persis akan mengandalkan serangan balik.

“Kalau pemain kami sehat semua mungkin kami sedikit leluasa memilih pemain. Tetapi dengan materi pemain yang ada ini saya akan memaksimalkannya. Oleh sebab itu saya menyiapkan strategi tertentu yang sesuai dengan kondisi pemain,” ungkap dia.

Menyinggung soal target, Inyong tak muluk-muluk. Dia buta terhadap kekuatan lawan tetap berharap skuatnya bisa mencuri poin di kandang lawan.

“Yang saya tahu, GU memunyai satu striker asing yang pernah main di Solo yaitu Paredes. Tetapi tidak masalah semoga saja nanti anak-anak bisa menang,” tegas dia.

ian

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…