Jumat, 26 November 2010 03:43 WIB Solo Share :

Komisi IV keberatan rencana Disbudpar beli 10 kereta kencana

Solo (Espos)–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo berencana membeli 10 unit kereta kencana dengan harga masing-masing Rp 50 juta.

Namun demikian rencana itu tidak bisa berjalan mulus lantaran komisi IV DPRD menyatakan
keberatannya. Pengadaan kereta kencana menurut komisi IV selain dinilai tidak tepat sasaran dalam rangka promosi wisata juga belum jelas dalam hal konsep.

Anggota Komisi IV yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar), Reny Widyawati mengatakan Disbudpar berencana membeli empat unit kereta kencana pada tahun depan. Rencana itu dicantumkan dalam kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) APBD 2011 senilai Rp 200 juta. Dengan demikian apabila dihitung harga per unit kereta kencana mencapai Rp 50 juta.

“Mencermati KUA-PPAS semula Disbudpar memang mengalokasikan anggaran senilai Rp 200 juta yang akan digunakan untuk pembelian empat unit kereta kencana. Namun dalam pembahasan di tingkat komisi, rencana itu berubah yaitu pembelian kereta yang mulanya hanya empat ditambah enam unit lagi sehingga total anggarannya senilai Rp 500 juta, atau bertambah Rp 300 juta,” jelas Reny ketika dijumpai wartawan, Kamis (25/11).

Lebih lanjut mengenai rencana pembelian kereta kencana yang diajukan Disbudpar, Reny menilainya kurang bagus. “Kalau pemborosan anggaran jelas iya karena konsepnya kan belum jelas sementara dananya besar. Namun yang kami cermati lebih pada ketidaktepatan sasaran dalam rangka promosi wisata karena kereta itu nantinya akan ditaruh di hotel berbintang tanpa kuda maupun kusir,” jelasnya.

aps

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…