Jumat, 26 November 2010 16:29 WIB News Share :

Isu gempa rugikan pedagang pantai Panjang

Bengkulu–Isu gempa 8,9 skala richter (SR) yang diprediksi akan melanda Kota Bengkulu dan sekitarnya pada Jumat (26/11), membuat pedagang di lokasi wisata Pantai Panjang merugi.

“Karena isu gempa itu, sudah tiga hari ini pengunjung pantai sepi dan kami pun kehilangan pelanggan dan rugi,” kata salah seorang pedagang mie ayam di Pantai Panjang, Agus Widodo.

Ia mengatakan sejak isu tersebut mencuat pada Rabu (24/11), pengunjung pantai berkurang drastis dan berakibat pada rendahnya penjualan para pedagang.  Hari biasa, kata dia, hasil penjualan mie ayam bisa meraup keuntungan Rp 100.000 per hari, tapi sejak isu gempa tersebut menjadi berita utama di media cetak lokal, ia hanya mampu menjual empat mangkok per hari.

“Ini sudah hari ketiga, biasanya pagi-pagi sudah ada yang beli, tapi sampai sekarang belum ada dan kemarin hanya laku empat mangkok, itupun yang belinya teman yang beda dagangan,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan pedagang lainnya, Fikir yang saat ditemui sedang tidur-tiduran di kursi panjang yang biasa digunakan para pembeli.

“Sejak isu gempa dua hari lalu, pengunjung sangat sepi, yang beli dagangan juga tidak ada, tapi kami tetap berdagang karena tidak ada mata pencaharian lain,” jelasnya.

Fikir berharap isu gempa yang tidak jelas sumbernya itu segera berakhir sehingga kunjungan masyarakat ke Pantai Panjang kembali normal dan dagangan mereka bisa laku.

Biasanya, kata dia, para pengunjung sudah memadati kawasan wisata Pantai Panjang sejak siang hari hingga sore untuk menikmati matahari tenggelam.

“Tapi dua hari ini sepi sekali, akhirnya pendapatan kami pun menurun hingga 80 persen,” ujarnya.

Isu gempa besar hingga 8,9 skala richter yang akan melanda Bengkulu dan sekitarnya pada Jumat (26/11) seperti yang ditulis salah satu koran lokal menimbulkan berbagai reaksi dari warga Bengkulu.

Sebagian warga tetap beraktivitas normal, tapi sebagian kecil yang bermukim di pesisir pantai khususnya di Kelurahan Teluk Sepang memilih mengungsi ke rumah sanak saudaranya yang ada di daerah yang lebih tinggi.

ant/rif

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…