Jumat, 26 November 2010 17:18 WIB Sragen Share :

Fosil kepala gajah purba 700.000 tahun ditemukan

Sragen (Espos)–Kepala gajah purba atau yang dikenal dengan nama ilmiah ‘Cranium stegodon sp’ diperkirakan berusia 700.000 tahun ditemukan di kawasan bukit Blimbing, Desa Ngebung, Kalijambe, pekan lalu.

Temuan tersebut istimewa, lantaran pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran belum memiliki koleksi semacam itu. Fosil kepala gajah purba itu menambah deretan koleski Museum Sangiran yang kini mencapai sekitar 17.000 koleksi fosil binatang dan 20 individu fosil manusia purba.

“Selama ini, yang kami dapat, kalau tidak bagian rahang ya bagian lain yang tidak utuh. Tapi kali ini temuan utuh, lengkap berikut bagian rahang dan giginya, serta kuat,” jelas Kepala seksi (Kasi) Pemanfaatan BPSMP Sangiran, Sukron Edi, saat dijumpai Espos, di kantor balai setempat, Jumat (26/11).

Karena unik dan istimewanya temuan itu, pihak balai memberikan uang penghargaan senilai Rp 10 juta kepada warga Dukuh Wonolelo, Desa Ngebung yang menemukan, Sukamto, pada Kamis (18/11). Selain fosil kepala gajah purba, dalam waktu yang hampir bersamaan warga Dukuh Grogolan RT 10 Desa Manyarejo, Plupuh, Subur juga menemukan gading gajah sepanjang 2,8 meter.

Temuan gading gajah itu bersama temuan tiga fosil lain diganti dengan uang penghargaan Rp 4 juta. Penyerahan uang penghargaan diberikan bersamaan dengan pemberian uang penghargaan bagi penemu kepala gajah purba.

Staf bagian eksplorasi, Gunawan menerangkan penemuan kepala gajah di bukit Blimbing berawal saat terjadi hujan lebat disertai angin sehari sebelumnya. Hujan dan angin menyebabkan tanah di kawasan Blimbing yang memang rapuh longsor. Sebuah pohon besar tercerabut hingga akar dan tanah disekitar akar menyembul ke permukaan tanah. Di lokasi itulah, Sukamto melihat fosil kepala gajah purba.

“Setelah warga melihat ada fosil, kami ditelpon. Selanjutnya kami datang ke lokasi untuk mengevakuasi temuan fosil kepala gajah tersebut,” kata dia.

Gunawan menambahkan, fosil kepala gajah dengan berat sekitar 400 kilogram (kg) tersebut saat ini disimpan di gudang BPSMP Sangiran. Dalam waktu dekat, fosil akan dibersihkan oleh para ahli dari balai. Pada saat dibawa ke balai, kondisi fosil memang masih diselimuti tanah.
“Untungnya fosil ini cukup kuat, sehingga kami rasa mudah untuk ditangani,” pungkasnya.
tsa

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…