Jumat, 26 November 2010 14:46 WIB News Share :

Farel, korban luka tembak demo setahun SBY, tertangkap bawa ganja

Jakarta –– Masih ingat dengan Farel Restu, mahasiswa UBK yang menjadi korban luka tembak dalam demonstrasi setahun pemerintahan SBY lalu? Dia tertangkap membawa 1,72 gram ganja dalam operasi Pekat Jaya Polres Jakarta Pusat.

Menurut Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Apollo Sinambela, jajarannya menggelar operasi Pekat Jaya di Jl Teuku Cik Ditiro, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/11) kemarin pukul 16.30 WIB. Saat itu dilakukan razia di bus Kopaja 502 Kampung Melayu-Tanah Abang.

“Pas diperiksa identitasnya, ini orang yang waktu demo itu tertembak, Farel,” kata Apollo saat dihubungi, Jumat (26/11).

Menurut Apollo, Farel diduga baru pulang dari kampusnya. Saat dirazia, dia kedapatan membawa paket ganja.

“Dia bawa ganja, dimasukkan ke koran, 1,72 gram,” imbuhnya.

Farel kini ditahan di Polres Jakarta Pusat. Dia dikenakan pasal 111 dari UU No 35/2009 tentang Narkotika. Mahasiswa ini terancam penjara maksimal 12 tahun.

Farel pernah menjadi pusat perhatian publik. Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) itu tertembak di kaki saat berdemo pada 20 Oktober lalu.

Aksi demo Farel dan teman-temannya di Jl Diponegoro saat itu berujung rusuh. Mahasiswa melempar batu, lalu dikejar polisi. Farel tertembak peluru polisi di kakinya dan dilarikan ke RSCM. Sejumlah polisi pun terancam sanksi karena melepaskan tembakan.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…