Kawah gunung Bromo, Jawa Timur. (JIBI/Solopos/Dok.) Kawah gunung Bromo, Jawa Timur (JIBI/Solopos/Dok)
Jumat, 26 November 2010 12:23 WIB News Share :

Berharap Bromo tak meletus, siswa SD gelar ritual

Probolinggo–Puluhan siswa SDN Ngadisari 2 di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, menggelar ritual di Dusun Cemorolawang, Jumat (26/11).

Dalam ritual ini, mereka melakukan doa bersama dengan dipimpin oleh salah satu guru sekolah tersebut. Para siswa pun tampak khusuk saat membaca doa Trisandia, dengan menghadap ke arah Gunung Bromo.

Atmotrio, guru SDN 2 Ngadisari yang memimpin ritual mengatakan ritual ini dimaksudkan agar Gunung Bromo tak jadi meletus. Mereka pun berharap agar status awas yang dialami gunung ini, segera turun sehingga Gunung Bromo kembali normal.

“Dengan menggelar ritual di sekitar Gunung Bromo ini, kami berharap diberikan keselamatan, dan gunung ini urung meletus. Selain itu, juga berharap statusnya segera kembali normal, agar ekonomi warga dapat pulih,” kata Atmotrio, Pemimpin ritual.

Sementara itu, Dwi Suwandoko, 10, siswa kelas 4 SDN 2 Ngadisari mengatakan, dengan mengikuti doa bersama ini dirinya meminta agar warga suku Tengger dijauhkan dari segala musibah dan balak. “Ya semoga kejadian ini segera usai. Dan kami diberi selamat,” terangnya.

Aktivitas vulkanik Gunung Bromo pagi ini mulai menurun. Meski status awas masih melekat di gunung yang menjadi icon pariwisata Jawa Timur itu cenderung menurun dari aktivitas vulkaniknya dibanding tiga hari sebelumnya.

“Dari pantauan kami di Pos Njemplang asap putih setinggi 200 meter. Asap ini sangat putih dan tidak berwarna hitam pekat seperti tiga hari lalu,” ungkap Suyak, Petugas TNBTS Resort Coban Trisula, Jumat (26/11) pagi ini.

Menurut dia, asap putih setinggi 200 meter itu mengarah ke barat daya dan tidak menyertakan material berat didalamnya. Jika dibandingkan tiga hari lalu ketinggian asap bisa diatas 400 meter dengan warna kehitam-hitaman, hal itu menandakan jika aktivitas vulkanik mulai menurun dan kembali tenang.

Dari Pos Njemplang, Kecamatan Poncokusumo saat ini, Bromo bisa dilihat dengan mata telanjang dalam keadaan tenang seperti sebelumnya. Udara juga kembali dingin. Namun begitu, kabut tipis yang turun tidak menghalangi aktivitas pos pantau.

“Suhu disini cukup dingin. Tiupan angin juga lumayan kencang. Hanya saja, kami tetap menghimbau warga masyarakat waspada sebelum status bromo benar-benar aman,” terang Suyak.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…