Jumat, 26 November 2010 17:00 WIB Wonogiri Share :

Badan penanggulangan bencana Wonogiri segera dibentuk

Wonogiri (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menanggapi serius peringatan Gubernur Jateng H Bibit Waluyo agar mewaspadai tsunami. Pemkab akan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terpisah dari Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas).

Hal tersebut disampaikan Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto, saat dicegat wartawan di depan ruang kerjanya, Jumat (26/11). Danar mengatakan tidak seperti daerah lain yang lebih landai seperti Cilacap dan Kebumen, risiko tsunami di pesisir selatan Wonogiri relatif lebih kecil.

“Wilayah yang paling rawan ya Pantai Nampu dan Sembukan di Paranggupito. Dua pantai itu paling sering dikunjungi orang. Tapi kalau melihat kondisi alamnya, sepertinya potensi bahaya tsunami relatif kecil karena ada gunung dan tebing serta cukup jauh dari permukiman,” ujar Danar.

Kendati demikian, Danar mengatakan langkah antisipasi tetap penting. Di antaranya dengan membentuk BPBD agar penanganan bencana-bencana di daerah ini lebih maksimal. Selain itu, tim search and rescue (SAR) khusus dan pos-pos penjagaan juga perlu dibentuk. Sedangkan peralatan pendeteksi tsunami akan diupayakan untuk diadakan.

Danar menjelaskan BPBD yang dimiliki Pemkab Wonogiri selama ini hanya menjadi bagian dari Badan Kesbangpol dan Linmas. Namun, BPBD yang akan dibentuk nanti akan berdiri sebagai sebuah badan tersendiri. Pembentukannya akan menunggu hasil evaluasi struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang saat ini tengah dilakukan. BPBD itu nantinya akan masuk dalam SOTK baru.

Senada dengan Bupati, Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas, Gatot Gunawan, saat dihubungi Espos, kemarin mengatakan potensi tsunami di wilayah selatan Wonogiri sebenarnya relatif kecil karena terhalang tebing. Namun demikian, langkah kesiapan tetap perlu dilakukan.
“Sebagai awal, kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di Paranggupito. Masyarakat perlu diberitahu mengenai bahaya tsunami dan bagaimana langkah antisipasinya,” ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur Jateng H Bibit Waluyo memerintahkan empat kabupaten di pesisir selatan Jateng menyiapkan langkah antisipasi kemungkinan terjadinya bencana tsunami. Empat kabupaten dimaksud adalah Cilacap, Kebumen, Purworejo dan Wonogiri.

Gubernur meminta empat kabupaten tersebut benar-benar menyiasati kemungkinan terjadinya tsunami dengan menyiapkan sarana dan prasarana termasuk piranti lunak berupa petunjuk teknis yang harus ditaati masyarakat bila benar-benar terjadi tsunami.(SOLOPOS, 26/11).

shs

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…