Jumat, 26 November 2010 21:49 WIB Boyolali Share :

13 Poktan Lencoh menanti bantuan bibit

Boyolali (Espos)--Sebanyak 13 kelompok tani Desa Lencoh menanti bantuan bibit sayur karena tidak memiliki dana untuk membeli bibit. Sehingga mereka hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun pihak lain.

Sebanyak 13 kelompok tani itu terdiri dari 12 kelompok tani dan satu kelompok tani wanita. Masing-masing kelompok rata-rata terdiri dari 45 anggota. Sehingga, ada 585 petani di Desa Lencoh yang ingin bercocok tanam. Dari total itu, hanya lima persen yang sudah mulai menggarap tanah. Selain itu, hanya ada sekitar sepuluh persen petani yang masih memiliki persediaan bibit. Sisanya, hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun pihak-pihak lain karena keterbatasan dana.

“Saat erupsi Merapi, hampir 90 persen petani di Desa Lencoh sedang tanam dan 50 persen dari itu telah memasuki waktu pemeliharaan. Pasca mengungsi, sisa uang yang dimiliki petani digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Saat ini, beberapa petani memang mulai mengolah tanah. Mereka ingin bangkit. Hanya saja terkendala bibit,” ujar Ketua Gabungan

Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Lencoh, Hasim saat dihubungi Espos, Jumat (26/11).
Oleh karena itu, dia berharap pemerintah segera mengusahakan bantuan bibit. Selain itu, dia juga meminta kepada setiap pihak-pihak yang hendak memberikan bantuan. Selain memberikan bantuan berupa logistik, donatur dapat memberikan bantuan bibit sayur.

Senada diungkap Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Selo, Haryono STP. Dia menjelaskan beberapa desa di Selo, seperti Samiran, Lencoh dan Suroteleng sudah mulai menanam karena tebal abu vulkanik kurang dari lima sentimeter. Sehingga, petani cukup mencangkul tanah dengan teknik penggalian dalam dan dicampur pupuk kandang sebanyak 10-15 ton per hektare (ha).

“Mereka yang mulai menanam karena memiliki cadangan uang untuk beli bibit. Atau masih memiliki cadangan bibit musim tanam kemarin. Saat ini, pemerintah masih mengusahakan bantuan pengadaan hortikultura. Saya bersama kelompok tani lain pun masih mengusahakan pengadaan bibit dari pihak-pihak lain. Bibit yang masih ada akan dimaksimalkan. Rencana, Senin (29/11) mulai menyemai kubis-kubisan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Kabupaten Boyolali, Ir Juwaris mengatakan bantuan benih untuk hortikultura kemungkinan dari APBN pusat. Bantuan itu dalam bentuk benih padi dan jagung. Tetapi, musim tanam padi dan jagung sudah lewat. Sehingga, mayoritas petani akan menanam sayur.

“Kita masih menyusun usulan bantuan benih sayur dari tiap-tiap kelompok-kelompok melalui para penyuluh di setiap kecamatan. Kemudian akan segera kita usulkan ke gubernur atau para pihak pelaku kegiatan pertanian,” tukasnya.

m88

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…