Kamis, 25 November 2010 18:23 WIB Boyolali Share :

Sejumlah warga Selo butuh bibit sayur

Boyolali (Espos)--Beberapa warga Selo mulai mengolah tanah untuk bercocok tanam meski status Merapi masih awas. Namun, mereka terkendala bibit sayur.

Mereka mulai mengolah tanah supaya dapat merintis perekonomian pasca mengungsi akibat letusan gunung Merapi. Namun, keterbatasan dana membuat mereka tak dapat membeli bibit sayur. Sedangkan pemerintah fokus memberikan bantuan logistik. Meski, mereka tidak menolak bila pemerintah memberikan bantuan logistik. Kebutuhan logistik pun sangat dibutuhkan hingga mereka mampu merintis perekonomian keluarga.

Namun, mereka tak ingin terus berharap selamanya bergantung pada bantuan logistik. Seperti apa yang dilakukan salah seorang petani di Dukuh Plalangan, RT 02/I, Lencoh, Sijam, 28. Dia menginginkan bantuan berupa bibit sayur mayur. Sehingga, ladang di belakang rumah dapat ditanami kembali.

“Kami tidak mampu membeli bibit sayur lagi karena tidak memiliki modal. Sehingga kami berharap bantuan bibit dari pemerintah maupun donatur lain. Saya meminta bantuan bibit supaya dapat mulai merintis masa depan. Jadi tidak lantas terus bergantung pada pemerintah. Bantuan logistik yang diberikan sifatnya sementara hingga kami dapat menanam dan memetik hasil panen,” ujarnya saat ditemui <I>Espos<I> tengah berada di ladang miliknya di belakang rumah, Kamis (25/11).

Setidaknya, 3-4 bulan setelah menanam bibit, petani dapat memetik hasil. Hasil pertama dapat digunakan sebagai modal. Meski demikian dia tetap menyadari bila kondisi di tempatnya tinggal masih rawan. “Saya tahu bila di rumah saya ini masih bahaya. Tapi saya merasa sudah aman. Setidaknya, saya berusaha dahulu. Kalau hanya merasa takut, kita hanya akan duduk merenung. Harus berusaha bagaimana pun caranya. Hasil ini akan jadi pengharapan baru setelah mengungsi.”

m88

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…