Kamis, 25 November 2010 16:36 WIB Internasional Share :

Publik Arab
Jangan lagi siksa pembantu

Arab Saudi–Penyiksaan pembantu rumah tangga Indonesia, Sumiati, oleh majikannya di Kota Madinah mengundang simpati sebagian publik di Arab Saudi. Melalui media massa setempat, mereka menyerukan sesama warga yang memiliki PRT untuk mengubah pola pikir dan menghargai pembantu.

“Apa yang membuat seorang ibu rumah tangga berusia 54 tahun sampai tega menyiksa sesama manusia dengan tindakan yang begitu sadis dan kedengkian luar biasa?” ujar Mohammed Taha al Sharief dalam opini yang dimuat laman Arab News.com, Kamis (25/11).

Menurut warga yang mengaku berdomisili di Kota Jeddah itu, kasus Sumiati tampaknya bukan sekadar masalah luar biasa, namun sudah menjadi norma di kalangan masyarakat Saudi, yang sepatutnya menghargai sesama manusia walaupun dia adalah pembantu.

“Ini menunjukkan bagaimana anak-anak kita dibesarkan dengan memandang diri mereka superior atas bangsa lain. Lihat saja di jalan-jalan, di taman bermain atau dimana saja. Saya tidak mau membuat generalisasi, namun ada sejumlah orang yang merasa tidak ada salahnya menganiaya pembantu mereka secara fisik dan mental,” tulis al Sharief.

“Kita benar-benar harus menghentikan itu dan bertanya pada diri sendiri bagaimana bisa sampai demikian? Bagaimana kita menjadi begitu tak punya perasaan dan tidak peduli?” lanjut al Sharief.

Di media yang sama, warga bernama Anees Lokhande dari al-Khobar menyayangkan bahwa kasus Sumiati itu bisa membawa dampak negatif bagi citra warga Saudi. “Di setiap masyarakat, ada yang baik dan yang buruk. Namun akibat ulah yang buruk, seluruh masyarakat tidak bisa disalahkan,” tulis Lokhande.

Dia juga mempertanyakan bagaimana bisa jumlah pembantu yang datang ke Saudi tetap tidak anjlok kendati sering terdengar kasus penganiayaan PRT oleh orang-orang Saudi. Selain itu, mengapa negara asal mereka tidak melarang warga untuk datang ke Arab Saudi.

“Ini menandakan bahwa pemerintah negara asal mereka sudah puas untuk mengirim tenaga kerja untuk mencari nafkah di kerajaan ini. Namun, saya juga mendesak pihak berwenang Saudi untuk melakukan tindakan tegas untuk menjamin bahwa citra kerajaan ini tidak tercemar oleh kasus-kasus demikian. Pelaku harus diadili dan korban harus diberi kompensasi bila aduan mereka terbukti benar,” tulis Lokhande.

Sementara itu, pembaca Saudi Gazette, Aijaz Ahmed Khan, mengatakan bahwa apa yang menimpa Sumiati merupakan suatu kekejaman. “Saya mengucapkan selamat kepada Saudi Gazette yang menyorot insiden ini sehingga di waktu mendatang tidak ada lagi yang berani menganiaya pembantu dan pekerja,” tulis Khan.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…