Kamis, 25 November 2010 08:57 WIB Haji Share :

PPIH tidak tanggung perawatan di RS non-rujukan

Boyolali (Espos)–Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo menegaskan tidak akan menanggung biaya pengobatan jemaah haji yang sakit tetapi tidak bersedia dirawat di rumah sakit rujukan karena jauh dari daerah asal.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Humas PPIH Debarkasi Solo, Akhmad Su’aidi, menyusul adanya dua jemaah haji sakit yang memilih pulang paksa dari RSUD Dr Moewardi Solo. Keduanya adalah Soenawi dari rombongan kelompok terbang (Kloter) 1 Kabupaten Jepara dan Muh Amenam, anggota Kloter 5 Kabupaten Demak.

“Sampai Kloter 6, dari 2.273 yang sudah pulang, empat jemaah dirujuk ke RSUD Dr Moewardi karena sakit dan harus mendapat perawatan. Tapi dua di antaranya memilih pulang paksa untuk dirawat di rumah sakit terdekat di daerah asal. Padahal kalau seperti itu biayanya tidak ditanggung PPIH,” jelasnya kepada Espos, Rabu (24/11) sore.

Su’aidi menyatakan sesuai ketentuan PPIH akan menanggung biaya pengobatan jemaah haji yang sakit selama 14 hari. Namun hal itu hanya berlaku jika jemaah bersangkutan dirawat di rumah sakit-rumah sakit rujukan yang ditetapkan. “Selama dirawat di rumah sakit yang jadi rujukan embarkasi, biaya ditanggung PPIH, dengan batasan waktu 14 hari. Tetapi jika bukan di rumah sakit rujukan, ya menjadi tanggung jawabnya sendiri,” tegasnya.

try

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…