Kamis, 25 November 2010 16:23 WIB Boyolali Share :

Pemkab Boyolali tambah los di Pasar Teras

Boyolali (Espos)–Pemkab melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Boyolali, mulai memasang bangunan berupa satu los di Pasar Teras, Boyolali. Rencananya, pemasangan itu dilakukan sebagai upaya meramaikan pasar yang berada di pinggir jalan Solo-Semarang menjadi pusat tembikar.

Kepala Disperindagsar Sutojoyo melalui Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Disperindagsar Jarot Suryono mengatakan bangunan los yang dipasang di Pasar Teras itu merupakan material bekas bangunan pasar darurat Pasar Boyolali Kota yang berada di Ngebong dan Tacung.

“Selain di Teras, material bangunan los itu juga dipasang di Pasar Pengging, Banyudono dan Pasar Penggung, Boyolali,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/11).

Jarot menambahkan untuk bangunan los di Pasar Pengging, dikhususkan untuk mengganti los pasar hewan yang telah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Jarot menambahkan pemanfaatan Pasar Teras yang mangkrak itu dilakukan setelah ada warga yang meminta kepada Pemkab untuk memanfaatkan pasar itu sebagai pusat tembikar.
Tak hanya itu, jelas Jarot, pusat tembikar itu juga akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar membuat tembikar.

“Dengan adanya permintaan itu, akhirnya kami memanfaatkan material yang tersisa untuk membenahi Pasar Teras yang sempat mangkrak,” papar dia.

Diakui Jarot, Pasar Teras itu sebelumnya akan dimanfaatkan untuk pasar burung. Namun, hanya berjalan beberapa waktu, karena pedagang memilih berjualan di pasar burung sebelah timur Umbul Pengging.

“Kami juga berencana untuk membenahi kios yang rusak dan pembuatan jembatan di depan pasar,” jelas dia.

Namun, imbuh Jarot, pembuatan jembatan itu masih menunggu selesainya proyek pelebaran jalan Kartasura-Boyolali. Selain itu, pihaknya juga mendapat masukan agar seluruh saluran air di depan pasar ditutup dengan gorong-gorong. Tetapi, hal itu perlu pertimbangan khusus, karena biaya yang cukup mahal.

fid

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…