Kamis, 25 November 2010 23:14 WIB Boyolali Share :

Kerugian petani di lereng Merapi capai Rp 24,6 miliar

Boyolali (Espos)–Kerugian petani akibat abu vulkanik Merapi di Boyolali mencapai Rp 24,6 miliar. Tak hanya kerusakan tanaman di ladang, tetapi juga kerusakan struktur tanah akibat tingginya sulfur yang terkandung dalam abu vulkanik.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali Juwaris mengatakan kerugian terbesar dari sektor holtikultura sebesar Rp 12,68 miliar. Disusul palawija berupa jagung sebesar Rp 9,7 miliar dan padi sebesar Rp 2,297 miliar.

“Kerugian itu berdasar pengecekan yang dilakukan Dispertanbunhut bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kecamatan Selo, Cepogo dan Musuk,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/11).
Juwaris mengatakan kerusakan terbesar itu dialami petani di enam desa, yakni Tlogolele, Klakah, Jrakah, Samiran, Lencoh dan Suroteleng, Kecamatan Selo. Hal itu, jelas Juwaris, ketebalan abu lebih dari lima sentimeter.

“Dengan kondisi seperti itu, tanah harus diolah kembali untuk menetralkan kandungan sulfur atau belerang yang ada di abu vulkanik,” papar dia.

Dispertanbunhut sendiri, jelas Juwaris, juga telah berkonsultasi dengan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dari penjelasan yang diterima, tanah yang terkena abu vulkanik bersifat racun, karena PH melebihi batas normal 6,5.

“Bila ketebalan abu sekitar satu hingga dua sentimeter maka untuk dinetralkan perlu tambahan pupuk kompos sebanyak satu ton/hektare. Selanjutnya kompos ditebarkan di atas tanah yang tercemar abu dan dicampur merata dengan abu dan tanah yang diolah,” jelas dia.
Namun di enam desa di Selo itu ketebalan mencapai lima sentimeter, sehingga perlu ada perlakuan khusus. Pihak Dispertanbunhut, jelas Juwaris akan menerjunkan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani.

Luas areal pertanian yang rusak akibat abu vulkanik

Kecamatan     Jenis tanaman    luas (Ha)
Selo                           Padi                   4
Jagung               264
Holtikultura    529
Cepogo                     Padi                   92
Jagung             1.075
Hortikultura      10

Musuk                       Padi                 365
Jagung             1.315
Holtikultura    15

Sumber: Dispertanbunhut.

fid

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…