Kamis, 25 November 2010 23:04 WIB Pendidikan Share :

Kecerdasan anak perlu diidentifikasi sejak dini

Solo (Espos)--Orangtua seharusnya mengidentifikasi sejak dini kecerdasan yang dimiliki anak. Setelah itu, memberikan rangsangan atau stimulasi yang tepat untuk semakin mengoptimalkan kecerdasan anak.

Hal itu disampaikan Kepala TK Lazuardi Kamila GIS, Muhammad Nasyir, saat ditemui wartawan sebelum acara quality time bertema Multiple intelligences dan penerapannya dalam KBM di sekolah setempat, Kamis (25/11). Quality time adalah kegiatan khusus yang ditujukan bagi orangtua. “Bisa dikatakan quality time adalah sekolah orangtua,” katanya.

Ia menerangkan orangtua seharusnya mengetahui <I>multiple intelligences<I> dan tahu bagaimana memberikan stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan kecerdasan anak. Multiple intelligences meliputi kecerdasan angka, naturalis, musik, linguistik atau bahasa, spasial fisual, interpersonal, intrapersonal, fisik dan eksistensia atau cerdas spiritual.

Ketika seorang anak terlihat cerewet misalnya, kata Nasyir, sesungguhnya ia memiliki kecerdasan bahasa. Sehingga perlu diberikan stimulasi agar kecerdasannya semakin optimal. Bukan sebaliknya, memarahi anak karena kecerewetannya. “Intinya anak diarahkan agar kepintarannya berbicara tetap dalam koridor yang dibenarkan,” katanya.

Demikian halnya seorang anak yang terlihat pendiam, ungkapnya, biasanya memiliki kecerdasan intrapersonal atau kecerdasan untuk memahami dirinya sendiri.

Untuk mengetahui kecerdasan apa yang dimiliki anak, kata Nasyir, bisa diketahui dengan melakukan multiple intelligences research (MIR). MIR dilakukan untuk mengetahui gaya belajar anak, kebiasaan, hal atau permainan yang disukai anak. Hal ini dilakukan melalui pengamatan langsung dan wawancara.

Nasyir juga mengimbau agar orangtua selalu berpikir positif ketika melihat perilaku anak yang berbeda, antara satu anak dengan anak lainnya. Orangtua juga harus menjadikan kekurangan anak sebagai kelebihan yang harus dikembangkan. Misalnya seorang anak yang terbiasa belajar sambil mendengarkan musik keras-keras, sesunggunya ia memiliki kecerdasan musik. “Orangtua sebaiknya memfasilitasi agar kegemaran anak pada musik tetap terarah,” katanya.

Nasyir juga mengungkapkan untuk memperingati Hari Guru Nasional, Kamis diadakan pentas seni. Dalam acara itu, guru TK Lazuardi Kamila tampil di depan anak-anak. Ada yang menyanyi, bermain alat musik, membawakan kuis interaktif.

ewt

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…