Kamis, 25 November 2010 17:09 WIB Solo Share :

Keberadaan PKL matikan pedagang Pasar Panggungrejo

Solo (Espos)–Pedagang lantai II Pasar Panggungrejo belakang Kantor Kecamatan Jebres meminta Dinas Pengelola Pasar (DPP) memasukkan pedagang kaki lima (PKL) Jl Ki Hajar Dewantara ke pasar.

Alasannya 170-an kios pasar sudah mangkrak alias tidak dioperasikan cukup lama. Selain itu pedagang menilai keberadaan PKL mematikan usaha pedagang pasar dengan kapasitas tampung 200-an orang tersebut.

Permintaan itu disampaikan beberapa pedagang lantai II Pasar Panggungrejo saat ditemui Espos, Kamis (25/11). “Bagaimanapun pasar sepi bila masih ada pedagang di jalan,” ujar Roni pedagang di kios BII-28 Pasar Panggungrejo.

Dia menuturkan kendala pengembangan pasar yakni letak relatif tersembunyi serta bangunan yang kurang merepresentasikan sebuah pasar. Untuk memacu geliat pasar Roni menilai perlunya promosi signifikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Salah satunya, dia melanjutkan, dengan memasukkan PKL Jl Ki Hajar Dewantara. Utamanya PKL yang berjualan mulai dari gerbang utama belakang Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) hingga perkampungan Kentingan Baru. “Saya setuju opsi memasukkan PKL yang menempel di pagar UNS ke pasar,” ungkapnya.

Sementara Lurah Pasar Panggungrejo, R Sigit Pramono menerangkan pihaknya sebatas membantu langkah penyegelan DPP. Mengenai upaya meramaikan pasar, menurut dia akan diupayakan dengan pengkhususan dagangan.

kur

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…