Kamis, 25 November 2010 13:40 WIB News Share :

Gelapkan logistik pengungsi, Pamong Desa Gulon ditahan

Magelang–Kaur Keuangan Pemerintahan Desa Gulon, Heri Soesanto ditahan di Markas Kepolisian Resort Magelang karena diduga menggelapkan barang logistik di pengungsian Balai Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Kasatreskrim Polres Magelang, AKP Slamet Riyadi di Magelang, Kamis (25/11), mengatakan tersangka ditangkap pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.30 WIB saat pulang dari Posko Pengungsian menuju rumahnya di RT 05/RW 01 Gulon.

Balai Desa Gulon merupakan salah satu tempat pengungsian warga korban letusan Gunung Merapi dari Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung.

“Kami mendapat informasi tentang tindakan tersangka dari pengungsi dan warga kemudian petugas melakukan penyidikan,” katanya.

Tersangka tertangkap tangan saat membawa barang logistik berupa minyak goreng tiga jerigen, beberapa kemasan beras dan bawang putih sebanyak empat kilogram di dalam mobil sedan warna putih miliknya.

“Petugas kami telah menguntit tersangka saat pulang dari Posko dan waktu mau masuk rumah petugas kami menggeledahnya,” ujarnya.

Ia mengatakan setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka ditemukan sejumlah barang bukti yang lain, antara lain tiga lembar “bad cover”, susu bubuk, teh, sikat gigi, dan pasta gigi.

Menurut Kasatreskrim, pelaku melakukan aksinya pada malam hari atau dini hari. “Berdasarkan pengakuannya, dia baru melakukan aksi tersebut sebanyak tiga kali, tetapi mungkin lebih dari itu,” katanya.

Slamet menyebutkan atas perbuatan tersebut tersangka dikenai pasal 363 atau pasal 374 KUHP tentang tindak pencurian atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Tersangka yang juga petugas Posko pengungsian di Balai Desa Gulon itu mengatakan ia melakukan tindakan tersebut karena warganya ada yang membutuhkannya.

“Barang-barang tersebut akan saya bagikan ke warga saya, namun barang logistik tersebut masih saya simpan di rumah karena mau dibagikan belum mencukupi,” kilah tersangka.

Menurut pelaku, ketika mengambil barang-barang tersebut atas sepengetahuan petugas Posko pengungsian.

ant/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…