Kamis, 25 November 2010 20:25 WIB Tekno Share :

"Era digital, guru jangan mengajar secara tradisional"

Jakarta--Kemajuan teknologi sudah berkembang dengan sangat cepat. Sampai-sampai, tingkat adopsinya pun sudah menyentuh hingga kalangan anak-anak.

Nah, fenomena ini rupanya berpengaruh terhadap aktivitas mereka di bangku sekolah. Kebanyakan sekolah saat ini dinilai sudah tidak cocok dengan gaya mengajar tradisional.

Rani S Burchmore, Regional Head of Education Practice Dell mengatakan demi
menyongsong era pendidikan di abad 21 ini, para guru sebaiknya berhenti mengajar dengan cara mendikte muridnya.

“Sebaliknya, guru lebih baik berada dalam posisi sebagai seorang fasilitator. Sebab, ketika masuk ke kelas murid-murid ini sudah terhubung dengan informasi,” tukasnya.

“Jadi yang mereka butuhkan adalah interaksi. Guru seharusnya dapat membantu murid untuk mengkonsumsi informasi itu,” tambah Rani.

Wanita yang juga seorang pengajar ini mewanti-wanti, jika metode pengajaran para guru tak mengikuti perkembangan jaman, maka ditakutkan akan berdampak negatif terhadap si anak sendiri. Seperti Ponsel, mereka bisa saja switch-off atau berhenti berkreasi.

Melecutkan interaksi di antara para murid dan guru pun bisa dilakukan menggunakan bantuan teknologi. Dimana Dell juga punya solusi sejenis yang diberi nama Connected Classroom.

Solusi ini intinya adalah membantu sekolah-sekolah mengintegerasikan teknologi informasi dan komunikasi melampaui lab PC dalam setiap aspek pengajaran.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…