Kamis, 25 November 2010 14:41 WIB Wonogiri Share :

DBD merebak, 6 warga Wonogiri jadi korban

Wonogiri (Espos)–Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali menyerang warga di wilayah Kecamatan Wonogiri. Setelah sebelumnya beraksi di Wonokarto dan Kerdukepik, Giripurwo, penyakit menular itu baru-baru ini dikabarkan menyerang lebih dari enam warga di wilayah Banaran RT 2/ XI Wonoboyo, Wonogiri.

Korban terakhir, seorang anak perempuan kelas VI SD baru pulang setelah dinyatakan positif DBD dan dirawat  RS dr Oen Solo Baru, Rabu (24/11). Ayah anak tersebut, Eko Slamet, kepada wartawan, Kamis (25/11) mengungkapkan anaknya yang bernama Dwi Rahayu sudah menderita demam sejak Selasa (16/11) lalu.

“Saya bawa anak itu ke dokter, kemudian disuruh cek darah di RSUD Wonogiri. Di RSUD, hasil cek darah menunjukkan positif DBD, kemudian kami dirujuk ke RS dr Oen Solo Baru. Jumat (19/11) saya masukkan anak saya ke RS dr Oen, dan baru Rabu kemarin sembuh dan pulang ke rumah,” kata Eko.

Eko menambahkan wilayah tempat tinggalnya memang merupakan salah satu daerah endemik DBD. Tiap tahun selalu ada kasus. Dalam beberapa bulan terakhir, Eko mengatakan sudah ada lebih dari enam orang yang positif DBD.

“Paling efektif memang gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk-red). Tapi ya itu susahnya, belum semua warga bisa melakukan gerakan PSN secara serempak,” ujar dia.

Petugas Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Puskesmas Wonogiri I, Marsudi mengungkapkan selama bulan November 2010 ini, berdasarkan laporan yang masuk ke pihaknya, di wilayah Banaran hanya ada dua warga yang positif dinyatakan DBD. Tapi diakuinya, Banaran memang salah satu daerah endemis.

“Berdasarkan catatan kami, di Kelurahan Wonoboyo saja, tahun 2009 lalu ada 31 kasus di mana satu di antaranya meninggal dunia. Sedangkan pada 2010 ini, hingga November sudah ada 26 kasus,” ujar Marsudi, saat ditemui di Puskesmas setempat.

shs

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…