Rabu, 24 November 2010 21:55 WIB Ekonomi Share :

Warga enggan pakai kartu kendali elpiji

Solo (Espos)–Pembagian kartu kendali di Kelurahan Bumi, Laweyan tidak efektif. Kendati wilayah itu ditunjuk sebagai pilot project pelaksanaan distribusi tertutup elpiji 3 kilogram, namun banyak warga yang masih enggan menggunakan kartu kendali tersebut. Warga enggan memanfaatkan lantaran tidak tahu maksud dan tujuan dari kartu kendali tersebut. Sejumlah warga pun mengaku belum mendapat sosialisasi maupun keterangan dari petugas atau konsultan yang membagikan kartu kendali.

Seperti disampaikan salah satu warga yang juga pengecer elpiji 3 kilogram di Tegalsari RT 2/RW 1, Bumi, Laweyan, Zaenuddin. Sebagai pengecer, ia pun mendapat form penjualan elpiji 3 kilogram yang diberikan konsultan. “Jadi, saya belum pakai mesin gesek. Tetapi kalau ada yang beli nanti dicatat dalam form tersebut. Catat nama, jumlah pembelian dan nomor kartu kendali. Bagi kami ini merepotkan. Karena pekerjaan bertambah, sementara kami bingung juga, karena pembeli tidak selalu bawa kartunya,” papar Zaenuddin, saat ditemui <I>Espos<I>, di kiosnya, Rabu (24/11).

Ia mempertanyakan apa maksud dari kartu kendali itu. “Buat apa masyarakat malah direpotkan dengan kartu kendali ini? Kenapa tidak dari dulu saja saat konversi kali pertama dilakukan? Saat saya tanya kepada petugas yang membagikan kartu apa fungsi jangka panjang dari penggunaan kartu itu, justru tidak ada keterangan yang lengkap dari petugas. Alasannya dia hanya mendata saja.”

Masyarakat, menurut Zaenuddin sebenarnya lebih membutuhkan kemudahan dan harga elpiji yang lebih terjangkau. “Pakai kartu kendali harganya tetap Rp 15.000 per tabung ya buat apa?” tambahnya.

Warga Bumi lainnya, Suyanto, saat ditemui Espos tengah membeli elpiji pun menyampaikan pihaknya sudah memiliki kartu kendali. Tetapi, pada kesempatan tersebut ia tidak membawa kartu kendali. “Lha kalau saya bawa apa nanti dapat diskon?” tanyanya balik. Selain itu, ia pun masih enggan menggunakan kartu kendali karena ia merasa masih bebas untuk beli elpiji 3 kilogram di pangkalan atau pengecer manapun.

Seperti diketahui sebelumnya, koordinator konsultan distribusi tertutup wilayah Solo dan Purbalingga, Sodikun, mengatakan pihaknya sudah membagikan 1.172 kartu kendali di Kelurahan Bumi. Tetapi, pada pembagian tersebut belum disertai sistem pengendalian distribusi yang memadai. Konsultan membagikan kartu tersebut agar masyarakat terbiasa dulu memakai kartu dalam pembelian elpiji 3 kilogram.

Kabbag Perekonomian Setda Solo, Asih Widodo, mengatakan pihaknya akan mengadakan evaluasi bersama seluruh konsultan terkait pelaksanaan pilot project distribusi tertutup itu. “Saya memang belum minta laporan dari konsultan, nanti coba kami evaluasi lagi.”

haw

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…