Rabu, 24 November 2010 06:19 WIB Solo Share :

Soal Pasar Klewer, DPRD minta Pemkot jadi mediator

Solo (Espos)–Komisi III DPRD Kota Solo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) berperan sebagai mediator dalam mengatasi pro-kontra terkait rencana pemugaran total Pasar Klewer.

Adanya peran serta Pemkot sebagai mediator diharapkan bisa mengawal dan mendampingi para pedagang ketika usulan jajak pendapat benar-benar dilaksanakan sebagai pihak yang netral.

Dengan demikian kemungkinan munculnya konflik terbuka antara para pedagang yang berbeda kepentingan tidak akan terjadi.

“Kami menilai usulan jajak pendapat yang dimunculkan para pedagang Pasar Klewer merupakan ide yang bagus. Pemkot bisa mengakomodasi usulan itu namun tetap mengawal dan mendampingi mereka sebagai mediator,” jelas Sekretaris Komisi III, Umar Hasyim ketika dijumpai wartawan, Selasa (23/11).

Umar menambahkan, apabila tidak ada pengawalan dari Pemkot pihaknya mengkhawatirkan munculnya konflik secara terbuka di antara komunitas Pasar Klewer. Pasalnya, di antara pedagang yang pro dan kontra sudah membawa kepentingan berbeda sehingga sulit untuk disatukan.

Prinsipnya, tambah Umar, apabila Pasar Klewer akan ditata atau dipugar, rencana menggandeng investor sebaiknya ditinjau ulang.

“Dana revitalisasi senilai Rp 450 miliar memang tidak sedikit sehingga Pemkot memerkirakan yang mampu menyediakan hanya pihak swasta. Sebaiknya Pemkot mengusahakan sumber lain misalnya meminta bantuan pemerintah pusat,” tandasnya.

Anggota Komisi III, Abdullah AA, mengatakan jajak pendapat yang diusulkan pedagang perlu diperhatikan Pemkot. “Kami menilai jajak pendapat adalah usulan yang bagus. Dengan cara itu Pemkot bisa memberi kesempatan kepada para pedagang untuk berdiskusi secara internal dalam rangka membahas Pasar Klewer ke depannya,” ujar dia.

Pemkot Solo tidak mempermasalahkan perbedaan pendapat di antara para pedagang Pasar Klewer terkait rencana Pemkot untuk memugar pasar tersebut.
Pemkot berjanji tidak akan memperpanjang kontroversi terkait rencana penataan pasar itu dan berjanji akan segera melakukan mediasi antara berbagai pihak agar ada titik temu.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat wartawan meminta tanggapan tentang pro-kontra pedagang Pasar Klewer seputar rencana pemugaran pasar tersebut, Senin (22/11).

“Pemkot telah menyerahkan sepenuhnya kepada pedagang. Kami akan menyesuaikan kesepakatan pedagang. Apabila belum ada titik temu, kami siap memfasilitasi mediasi dengan mengundang seluruh pedagang baik yang pro maupun yang kontra terhadap rencana renovasi total Pasar Klewer,” ujar Rudy, sapaan akrab Wawali

Rudy meminta pedagang Pasar Klewer agar tidak resah. Sesuai janji yang pernah dikemukakan Walikota, pemugaran pasar tersebut akan dilaksanakan sesuai keputusan para pedagang.

“Yang penting antarpedagang ada komunikasi. Sementara Pemkot juga mengupayakan solusi terbaik dengan tetap mempertimbangkan keinginan pedagang. Diharapkan solusi tidak merugikan atau memberatkan siapa pun, khususnya pedagang,” imbuh dia.

Rudy menambahkan, Pasar Klewer yang menjadi ikon Kota Solo memang mendapat perhatian serius dari Pemkot. Pemerintah pusat menginstruksikan Pemkot Solo agar senantiasa memperhatikan kondisi Pasar Klewer saat ini.

“Pemerintah pusat sudah me-wanti-wanti untuk memperhatikan Pasar Klewer. Bila dibiarkan dalam kondisi seperti sekarang ini, lama-kelamaan pasar itu akan tergerus oleh persaingan,” paparnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP), Subagiyo, mengatakan saat ini bola berada di tangan para pedagang Pasar Klewer. Artinya, Pemkot menunggu kesepakatan antarpedagang tentang pelaksanaan renovasi pasar tersebut.

“Sementara untuk kebijakan apakah Pemkot akan menggandeng investor atau tidak, sepenuhnya merupakan wewenang Walikota,” imbuh Subagiyo.

aps, sry

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…