Rabu, 24 November 2010 14:21 WIB News Share :

Presiden SBY minta Korsel-Korut saling menahan diri

Jakarta--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dengan memanasnya konflik di Semenanjung Korea.

Korea Utara dan Korea Selatan diharap bisa menahan diri dengan tidak melakukan aksi yang bisa menyulut keadaan.

“Presiden prihatin yang sangat mendalam dan meminta kedua pihak untuk menahan diri,” kata Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (24/11).

Faiz menegaskan, posisi Indonesia adalah terus mendorong enam negara (six party talk) untuk mencari pemecahan atas konflik berkepanjangan antara dua Korea.

Indonesia tidak termasuk dalam kelompok enam negara tersebut.

“Yang menjadi anggota termasuk dua negara yang sedang berseteru dan tentunya Amerika Serikat,” sambungnya

WNI di Korsel aman

Saat ini sekitar 30 ribu orang WNI berada di Korea Selatan. Faizasyah memastikan mereka dalam kondisi aman karena berada pada jarak sekitar 100 kilometer dari Pulau Yeonpyeong yang dibombardir oleh militer Korea Utara.

“Kita sudah berkoordinasi dengan perwakilan kita di Korsel. Pulau yang disengketakan itu jaraknya 100 kilometer dari Seoul,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, melalui KBRI di Seoul, Korsel, terus memantau kondisi terakhir insiden ini. Namun belum ada keputusan pemerintah untuk memulangkan WNI dari Korsel.

“Belum ada pertimbangan yang mengarah ke sana. Ada jaminan dari Kedubes RI di Seoul,” tutup mantan Juru Bicara Kemlu ini.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…