Rabu, 24 November 2010 16:46 WIB Haji,Boyolali Share :

Penerbangan haji Debarkasi Solo belum normal

Boyolali (Espos)–Penerbangan jemaah haji asal Debarkasi Solo sampai hari ketiga pemulangan belum juga normal. Kedatangan tiga Kloter berbeda, Rabu (24/11), seluruhnya tak sesuai rencana awal dan terpaksa mengalami pergeseran jadwal.

Pejabat Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Zainal Abidin, menyebutkan sesuai perencanaan, kemarin, Debarkasi Solo menerima kedatangan dari tiga Kloter berbeda, yaitu Kloter 7 Kabupaten Banyumas, Kloter 8 Kabupaten Tegal, dan Kloter 9 dari Kota Magelang. Namun kedatangan tiga Kloter itu mengalami penundaan hingga lebih dari tujuh jam.

“Kloter 7 sebenarnya dijadwalkan mendarat di Bandara Adi Soemarmo pukul 08.35 WIB. Tetapi karena ada kendala, kedatangan di-reschedule menjadi pukul 16.21 WIB. Demikian halnya dengan Kloter 8 Kabupaten Tegal dan Kloter 9 Kota Magelang,” ungkapnya kepada wartawan di Sekretariat Humas PPIH Debarkasi Solo, Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Rabu (24/11) siang.

Zainal menambahkan, sebelumnya kedataangan Kloter 4 Kabupaten Boyolali serta Kloter 5 dan Kloter 6, keduanya mengangkut jemaah haji dari Kabupaten Demak, juga terlambat cukup lama. Kloter 4 yang dijadwalkan pukul 08.35 WIB baru mendarat di Bandara Adi Sumarmo pada pukul 14.40 WIB, sedangkan Kloter 5 molor dari jadwal semula pukul 12.35 WIB ke pukul 22.55 WIB.

“Lalu Kloter 6, jadwalnya Selasa (23/11) pukul 16.35 WIB. Tetapi seperti Kloter-kloter yang lain, kedatangan jemaah Demak ini tertunda sampai Rabu (24/11) dinihari pukul 02.48 WIB,” ujarnya.

Terkait keterlambatan kedatangaan pesawat pengangkut jemaah haji Debarkasi Solo tersebut, sebelumnya General Manager PT Garuda Indonesia Solo, Syamsudin JS, memerkirakan kekacauan jadwal penerbangan haji masih akan berlanjut sampai 10 hari kepulangan pertama. Hal itu karena Bandara King Abdul Azis tak bisa menampung semua pesawat yang akan membawa jemaah pulang.

“Prediksinya selama 10 hari pertama belum bisa normal. Permasalahannya adalah keterbatasan di Bandara King Abdul Azis Jeddah yang tak mampu menampung semua pesawat yang akan terbang. Apalagi sekarang sedang ada kegiatan, jadi kian sempit” sambungnya dalam kesempatan terpisah.

Menurut Syamsudin, pemulangan jemaah harus dilakukan secara bergantian karena meskipun ada dua gate atau gerbang khusus yang disediakan untuk Garuda Indonesia, ada 10 Debarkasi berbeda yang harus dilayani di saat bersamaan. Baru setelah 10 hari, ujarnya, penerbangan kembali normal.

Sebelumnya kepulangan jemaah tiga Kloter pertama Debarkasi Solo, Senin (22/11), juga diwarnai keterlambatan. Kloter 1 Kabupaten Jepara tertunda dari jadwal semula pukul 08.35 WIB menjadi pukul 15.47 WIB. Demikian halnya Kloter 2, molor dari pukul 12.35 WIB ke pukul 17.44 WIB, dan Kloter 3 Kota Solo, molor dari Senin sore, menjadi Selasa (22/11) pukul 14.52 WIB.

try

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…