Rabu, 24 November 2010 10:00 WIB News Share :

Komisi V panggil PT Garuda pekan depan

Jakarta--Anggota Komisi V DPR RI Imam Nahrawi mengatakan Komisi V akan memanggil jajaran manajemen PT Garuda Indonesia pada pekan depan, terkait penundaan dan pembatalan sejumlah penerbangan.

“Komisi V menilai, penundaan dan pembatalan jadwal penerbangan sangat merugikan konsumen. Komisi V akan memanggil manajemen PT Garuda Indonesia untuk menjelaskan hal tersebut pada Selasa (30/11-red),” kata Imam di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/11).

Menurut dia, pemanggilan terhadap pihak manajemen PT Garuda Indonesia terkait dengan penundaan sejumlah jadwal penerbangan yang terjadi pada Minggu (21/11).

Ia menyebutkan, pemanggilan tersebut selain ingin mendalami penundaan tersebut, Komisi V juga akan mendalami apakah penundaan itu terkait dengan rencana “initial public offering” (IPO) PT Garuda yang akan dilakukan tahun depan.

“Dugaannya adalah masalah industri di internal mereka. Kita ingin dalami apakah penundaan itu terkait prakondisi IPO PT Garuda tahun depan atau murni karena kesalahan sistem,” imbuh dia.

Sejauh ini, lanjut politisi PKB itu, sudah ada pengakuan dari dari petugas Garuda di Bandara Juanda Surabaya, bahwa penundaan itu adalah dalam rangka untuk ‘go public’.

“Tapi kalau sampai telantarkan penumpang, ada sesuatu yang salah di internal mereka,” jelas Imam.

Ia juga menambahkan, Komisi V juga akan mendalami apakah penundaan jadwal penerbangan itu ada kaitannya dengan konflik internal PT Garuda, utamanya dalam rangka pergantian Direktur Utama PT Garuda.

“Kita belum tahu, apakah ada persaingan untuk menjadi direktur utama atau tidak. Jangan-jangan ada konflik internal di PT Garuda, itu akan didalami dan dijajaki,” ujar dia.

Sejumlah penerbangan Garuda Indonesia pada Minggu (21/11) mengalami penundaan karena persoalan dalam sistem kendali operasi.

Menurut Kepala Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia, Garuda Indonesia tengah menerapkan sistem baru yang disebut dengan sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operasional Control System/IOCS).

Sebelumnya, sistem yang digunakan terpisah dan berdiri sendiri yakni sistem untuk memantau pergerakan pesawat, awak kabin, dan penjadwalan. Sistem tersebut kemudian diintegrasikan.

Ia mengemukakan, sistem kendali terpadu ini telah diujicoba berkali-kali, tetapi pada Minggu (21/11) pelaksanaan sistem tersebut bermasalah.

“Garuda mengoperasikan 81 pesawat, dengan penerbang 580 dan awak kabin. Setiap minggu ada dua ribu penerbangan,” ucapnya.

“Walaupun sudah disiapkan tetapi karena menyangkut banyak data yang cukup kompleks sehingga dalam proses transisi ini ada data yang tidak sinkron dan mengakibatkan informasi yang diterima awak kabin tidak akurat, ” jelasnya.

Akibat tidak akuratnya informasi yang diterima ini, awak kabin terlambat tiba di bandara sehingga sejumlah penerbangan harus ditunda. Karena  awak terlambat, maka penerbangan pun tertunda.

Sejumlah penerbangan yang tertunda tersebut adalah ke Banda Aceh, Medan, Surabaya, Semarang, Padang, Denpasar dan Singapura.

ant/nad

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…