Rabu, 24 November 2010 23:40 WIB Solo Share :

Diduga korban malpraktik, pasien meninggal setelah koma dua pekan

Solo (Espos)--Seorang pasien di RSUD dr Moewardi, Ny Puji Setyorini diduga kuat menjadi korban malpraktik seorang dokter ahli kandungan. Setelah mengalami koma beberapa hari, Puji meninggal dunia pada Rabu (24/11). Jenazah dibawa pulang ke Jongke, Karanganyar, oleh kerabat almarhumah pada pukul 10.00 WIB.

Berdasar informasi yang dihimpun Espos, Selasa (23/11), peristiwa berawal ketika Ny Puji hendak melahirkan melalui operasi sesar yang akan ditangani oleh dokter ahli kandungan yang dikenal dengan nama dr Teguh SpOG pada Jumat (12/11).

Selama mengandung bayinya, Ny Puji memang menjadi pasien dr Teguh. Namun, karena ada kelainan pada kandungannya, yaitu plasenta bayi menutup jalan keluar, maka dokter merujuk Ny Puji untuk menjalani operasi sesar di RSUD dr Moewardi.

“Ketika akan dioperasi, dokter menjelaskan bahwa Ny Puji hanya akan dibius lokal (spinal anastesi). Namun, setelah menjalani spinal anastesi, pasien langsung hilang kesadaran dan layar monitor menunjukkan garis lurus yang artinya pasien dinyatakan telah meninggal,” tutur Ny Sukamdi, salah satu kerabat dekat pasien tersebut.

Meski telah dinyatakan meninggal, sejumlah tenaga paramedis masih mengupayakan menyelamatkan pasien dengan menggunakan alat kejut jantung dan infus, tutur Ny Sukamdi lagi. Akhirnya setelah menghabiskan waktu sekitar 10 menit, pasien kembali sadar.
Begitu pasien sadar, dokter langsung memutuskan untuk melanjutkan operasi padahal kondisi pasien baru saja lolos dari kondisi kritis. “Sejak dibius pada hari itu, Sabtu (13/11), saudara kami itu tidak sadar sampai hari ini (Senin, 22/11). Bayi memang berhasil dikeluarkan tapi akhirnya juga meninggal dunia,” jelas kerabat Ny Puji lagi.

Sementara itu, dr Teguh, menurut kerabat Ny Puji, terkesan tidak bertanggungjawab dan ketika keluarga menanyakan mengapa peristiwa bisa seperti itu, dengan santainya dia menjawab,”Itu kan salah keluarga Ibu, kenapa memilih saya?”. Bahkan hingga sekarang dr Teguh sudah tidak menangani pasien lagi dan menurut kabar dokter bersangkutan pergi ke Sumbawa dan pasien Ny Puji diserahkan ke dokter lain.

Ny Puji meninggal di RSUD dr Moewardi pukul 08.00 WIB dan dibawa pulang oleh keluarganya sekitar pukul 10.00 WIB ke Jongke Karanganyar. Saat ditemui Espos, Rabu (24/11), di RSUD dr Moewardi, pihak keluarga belum mau memberikan keterangan terkait kronologi dan penyebab meninggalnya Puji. Mereka mengatakan masih dalam keadaan berduka.

Sama halnya dengan pihak RSUD dr Moewardi. Salah satu staf Humas mengatakan belum bisa memberikan keterangan. Ia hanya mengetahui bahwa pasien tersebut dirawat di RSUD dr Moewardi sekitar dua pekan. Pasien sempat dirawat di ruang ICU dan ICCU dengan keadaan koma setelah dilakukan operasi sesar.

Bayinya juga sempat dibawa ke RS dr Oen untuk perawatan karena ada sebuah alat yang membantu permasalahan bayi tetapi tidak tersedia di RSUD dr Moewardi. Pada akhirnya bayi tersebut juga meninggal. Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Moewardi, Yusuf Subagyo, membantah ada malpraktik yang menyebabkan Ny Puji koma dan meninggal.

“Keadaan awal pasien sudah tidak baik. Sama halnya dengan keadaan bayinya. Kami sudah memberikan pengertian kepada keluarga sebelumnya serta meminta persetujuan dengan keluarga tentang pelaksanaan operasi tersebut. Kami sudah berusaha memberikan pelayanan yang terstruktur. Kami melihat masalah itu muncul karena faktor komunikasi,” jelasnya saat dihubungi Espos, Rabu (24/11). Ia menambahkan, pihak rumah sakit dan dokter akan menjelaskan permasalahan tersebut lebih lengkap kepada Espos, Kamis (24/11) besok.

dhs/m91

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…