Rabu, 24 November 2010 17:02 WIB Ekonomi Share :

2011, Penjualan unit otomotif bakal tertekan

Solo (Espos)–Penjualan unit otomotif tahun 2011 diprediksi bakal tertekan seiring dengan rencana pemberlakukan kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan pribadi pelat hitam.

“Penurunan itu pasti ada. Tapi, kami belum tahu seberapa besar prediksi penurunannya, mengingat pemerintah saja sampai saat ini masih setengah-setengah, artinya belum ada kepastian kepada siapa saja pembatasan itu akan dikenakan,” tutur Ketua Masyarakat Otomotif Surakarta (Most), Ibnu R Sahoer, kepada Espos, Rabu (24/11).

Ia pun menjelaskan, tanpa melihat tahun pembuatan kendaraan, jika pembatasan premium itu dikenakan pada kendaraan pribadi berpelat hitam, diprediksi akan ada pergeseran pertumbuhan pasar antara unit-unit berkapasitas besar dengan unit berkapasitas kecil.

“Kebutuhan kendaraan tetap ada. Sehingga, prediksinya customer nanti lebih memilih memburu unit berkapasitas kecil karena dinilai lebih irit bahan bakar. Harga BBM itu sangat riskan mempengaruhi penjualan unit otomotif. Dulu, kenaikan BBM Rp 500 per liter saja dampaknya sudah cukup besar, apalagi sekarang harus beli bahan bakar yang harganya mencapai Rp 6.800 per liter? Konsumen tentu banyak yang mempertimbangkan hal itu. Karena pengeluaran pasti membengkak.”

Saat ini saja, lanjut Ibnu, sudah banyak customer yang mempertanyakan soal pembatasan BBM itu, dan akhirnya menimbang dulu atau berpikir ulang saat akan melakukan pembelian.

haw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…