Selasa, 23 November 2010 19:39 WIB Boyolali Share :

Warga Banyudono tewas gantung diri

Boyolali (Espos)–Nasib tragis menimpa Agus Riyanto, 34, warga Dukuh Ngaliyan RT 8/II, Desa Bendan, Banyudono. Agus ditemukan tewas gantung diri di sebuah rumah kosong milik neneknya, Senin (22/11) sekitar pukul 15.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Espos, Selasa (23/11), menyebutkan korban ditemukan tewas gantung diri dengan seutas tali plastik yang diikatkan ke blandar oleh istrinya, Surati, 32. Awalnya, saksi mencari korban ke rumah neneknya. Diduga aksi nekat korban karena korban sempat adu mulut dengan istrinya, setelah istrinya meminta uang untuk membayar uang arisan.

Mendapati suaminya tewas gantung diri, saksi kemudian berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan saksi, bergegas mendatangi tempat kejadian. Selanjutnya, warga melaporkan ke Muspika dan Polsek Banyudono.
Petugas yang memperoleh informasi melakukan olah TKP.

Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Banyudono AKP AA Gede Oka mengatakan dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” papar dia.

fid

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…