Selasa, 23 November 2010 16:36 WIB News Share :

SMAN1 Salatiga pegang lisensi tes luar negeri

Salatiga (Espos) –– SMAN1 Salatiga menjadi satu-satunya rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) di Jateng yang mengantongi lisensi dari Colleague Board AS untuk menyelenggarakan standardized achievement test (SAT).

Siswa yang lulus tes ini tak perlu melakukan tes lagi jika ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Negeri Paman Sam itu.

Kepala SMAN 1 Salatiga, Saptono, mengungkapkan program tersebut mulai berjalan tahun ini. Ke depan, setiap siswa yang lulus dari SMAN 1 Salatiga akan mengantongi dua ijazah, yakni ijazah Ujian Akhir Nasional dan ijazah SAT. “Saat ini kami baru mengajukan 10 siswa untuk mengikuti SAT. Tahun depan semua siswa kelas tiga akan diikutkan tes ini,” ungkapnya saat dihubungi Espos, Selasa (23/11).

SAT ini menjadi program unggulan RSBI pertama di Salatiga ini untuk mendongkrak penilaian menuju Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Sejak 2005/2006 SMAN1 Salatiga berstatus RSBI. Tahun ini menjadi tahun terakhir bagi sekolah ini untuk meningkatkan status. Jika gagal makan harus diulang dari awal.

“Tapi kami optimistis bisa lolos penilaian,” sambung Saptono.
Nilai lebih bagi pemegang ijazah SAT, sambung pria berkacamata ini, mereka tidak perlu lagi mengikuti ujian masuk perguruan tinggi di AS. Hasil ujian SAT akan menentukan perguruan tinggi mana yang bisa dimasuki.

“Kalau nilainya tinggi bisa masuk ke Chicago University, kalau sedang bisa perguruan tinggi lain di bawahnya,” tukasnya.

kha

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…