Selasa, 23 November 2010 11:31 WIB News Share :

Presiden resmikan Gerakan Perempuan Tanam Pohon 2010

Jakarta--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan “Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 2010”,Selasa (23/11) pagi, di Auditorium Manggala Wanabhakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta.

Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono tiba di tempat acara pada pukul 10.00 WIB.

Turut mendampingi presiden, antara lain Menteri Kehutanan Zulkifli Hassan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad.

Acara itu juga dihadiri sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara dan duta besar negara-negara sahabat.

Acara tersebut diawali dengan sambutan dari panitia pelaksana dan dilanjutkan dengan sambutan Menteri Kehutanan.

Tak lama kemudian, Presiden Yudhoyono memberikan sambutan sekaligus meresmikan acara tersebut.

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 2010 adalah lanjutan dari gerakan serupa yang telah dilaksanakan selama empat tahun berturut-turut.

Setiap tahun, gerakan itu mengusung tema dan jenis kegiatan yang berbeda. Untuk 2010, gerakan tersebut fokus pada gerakan pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir melalui perbaikan ekosistem pantai.

Gerakan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk melestarikan hutan pantai dengan menanam beberapa jenis pohon, seperti Nyamplung, Ketapang, Cemara Laut, serta beberapa jenis mangrove.

Gerakan pada 2010 tersebut juga diramaikan dengan pameran dan konferensi yang mengusung tema “Penyelamatan Hutan Pantai dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir”.

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara pertama kali dicanangkan oleh Ani Yudhoyono pada 1 Desember 2007, dan mendapat dukungan sepenuhnya oleh Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu.

ant/nad

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…