Selasa, 23 November 2010 17:21 WIB Solo Share :

PMI Solo segera hibahkan pompa air untuk korban Merapi

Solo (Espos)--PMI Cabang Solo dan Solo Bersama Selamanya (SBS) segera menyalurkan bantuan hibah delapan unit pompa air kepada petani salak di Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Bantuan akan digunakan petani untuk memulihkan 204 hektare tanaman salak yang rusak akibat terjangan material letusan Gunung Merapi. Penjelasan itu disampaikan pengurus SBS, Titis Wahyuono, saat ditemui Espos Selasa (23/11).

“Sepekan terakhir kami menggelar aksi kemanusiaan di Banyuadem. Kami sudah berdialog dengan petani salak. Mayoritas yakin tanaman-tanaman salak itu masih bisa hidup bila segera ditangani,” katanya.

Penanganan dilakukan dengan pembersihan pelepah pohon salak lalu disirami air. Petani memperkirakan tanaman salak yang rusak bisa bertahan hidup hingga 30 hari. Artinya tanaman-tanaman tersebut masih memungkinkan diselamatkan. Menurut Titis penyelamatan tanaman salak merupakan langkah penting untuk menyelamatkan roda perekonomian masyarakat. Pasalnya bertanam salak merupakan sumber penghasilan utama sebagian besar warga Banyuadem.


kur

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…