Selasa, 23 November 2010 06:46 WIB Solo Share :

Pemugaran Pasar Klewer, pedagang usulkan jajak pendapat

Solo (Espos)–Pedagang Pasar Klewer propemugaran meminta diadakan jajak pendapat untuk menentukan keputusan perbaikan total atau cukup renovasi skala kecil pada bangunan Pasar Klewer.

Hal ini mereka nilai paling demokratis dan hasilnya dapat diterima oleh semua pihak. Menurut salah seorang tokoh pedagang Pasar Klewer, Suhadi, jika Pemerintah Kota Solo serius atas rencana memugar total Pasar Klewer, maka seluruh elemen pedagang di pasar tersebut harus dilibatkan dan didengar aspirasi mereka.

“Jangan hanya percaya segelintir orang yang datang dan bilang tidak setuju, lalu manut tidak jadi dibangun. Harus mendengar semua suara elemen pedagang,” katanya.

Beda pendapat menurutnya suatu hal yang lumrah. “Sekarang tinggal menunggu ketegasan dari Pemkot,” imbuhnya, Senin (22/11).

Jajak pendapat itu, lanjut dia, harus dilakukan oleh pihak independen untuk menjaga kualitas hasil agar tidak dicampuri pihak luar.

“Kalau hasil jajak pendapat itu banyak pedagang yang ingin Pasar Klewer diperbaiki total, ya Pemkot harus tegas untuk merealisasikan renacana pemugaran total Pasar Klewer. Sedangkan yang selama ini menolak pemugaran total ya harus legawa. Demikian juga sebaliknya,” terangnya.

Suhadi yang pernah menjadi pengurus Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) dan telah berdagang di pasar itu sejak 1974 menambahkan, biaya perbaikan total Pasar Klewer harus bersumber dari dana pemerintah, seperti APBD dan APBN.

“Kalau dana pemugaran dari investor dan biaya dibebankan ke pedagang, itu jelas sangat memberatkan,” lanjutnya.

Suhadi menegaskan seluruh pedagang Pasar Klewer akan menolak konsep pemugaran yang melibatkan investor.

“Kalau dana pemugaran dari investor, kami tolak dengan tegas,” tambahnya.

Suhadi yakin pemerintah pusat bersedia mendanai renovasi pasar yang menjadi ikon wisata Kota Solo itu.

m86

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…