Selasa, 23 November 2010 22:42 WIB Boyolali Share :

Lowongan dokter spesialis di Boyolali paru masih kosong

Boyolali (Espos)--Hingga Selasa (23/11), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Boyolali telah menerima sekitar 2.400 berkas pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dari keseluruhan berkas yang masuk, sementara, lowongan dokter spesialis paru masih lowong atau belum ada peminat.

“Dari hari Senin (22/11) sudah ada 2.293 berkas dan pagi tadi (kemarin-red) sudah mencapai sekitar 2.400 berkas,” ujar Kepala BKD Boyolali Sri Ardiningsih kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa.

Sri Ardiningsih menambahkan Pemkab menargetkan sekitar 6.000 pendaftar akan memasukkan berkas yang telah didaftarkan secara online tersebut. Nantinya berkas itu diseleksi baik administrasi maupun tes tulis untuk memerebutkan sebanyak 189 posisi dalam CPNS 2010 ini.

“Kemungkinan pada hari terakhir pendaftaran tanggal 25 November mendatang jumlah akan mengalami peningkatan,” papar dia.

Sri Ardiningsih mengatakan tiap hari petugas menerima sebanyaik tiga kali kiriman dari petugas Kantor Pos Boyolali.

Pihaknya juga menerapkan metode berkas yang masuk pada satu hari harus diselesaikan pada hari itu juga. Hal itu untuk mengurangi terjadinya penumpukan berkas yang ada.

Setelah dilakukan seleksi administrasi, jelas Ardiningsih, direncanakan pada tanggal 2-5 Desember mendatang BKD akan mengirimkan kembali nomor ujian kepada peserta, termasuk lokasi ujian yang akan digunakan.

“Kami akan menggunakan sekolah-sekolah yang kebetulan saat pelaksanaan tes dilaksanakan Minggu (12/12) mendatang,” papar dia.

fid

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…