Selasa, 23 November 2010 17:07 WIB Klaten Share :

Listrik milik 254 Pelanggan PLN masih padam

Klaten (Espos)--Sebanyak 254 pelanggan PLN di kawasan rawan bencana (KRB) lereng Merapi hingga saat ini masih dalam kondisi padam. Hal tersebut masih bakal terus terjadi selama kondisi daerah rawan masih dinyatakan berbahaya untuk umum pascaerupsi Merapi.

“Jumlah pelanggan sebelumnya yang padam malah mencapai 14.429. Setelah diperbaiki, kini tersisa 254 yang benar-benar berbahaya. Petugas kami belum berani ke atas lagi,” kata Humas PLN APJ Klaten Santosa kepada Espos di ruang kerjanya, Selasa (23/11).

Erupsi Merapi, lanjut Santosa, juga membuat PT PLN APJ Klaten merugi hingga Rp 2,6 miliar. Kerugian tersebut, meliputi kerusakan 15 unit trafo, tiang-tiang listrik yang terbuat dari beton, gardu-gardu, kabel listrik, hingga meteran yang terpasang di masing-masing rumah yang saat ini sudah luluh lantak. “Intinya jaringan PLN di sana rusak total,” tandasnya.

Saat ini, kata Santosa, pihaknya tengah menormalkan suplai listrik di KRB radius antara 10 Km hingga 20 Km. Hal itu mengingat suplai listrik merupakan kebutuhan yang mendasar. “Untuk KRB antara 10 Km hingga 20 Km sudah normal semua. Yang belum hanya di Balerante, atau yang jaringannya masuk Cangkringan Sleman,” tandasnya.

asa

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…