Selasa, 23 November 2010 05:24 WIB News Share :

Gayus Lumbuun
2 Malam di Turki, anggota BK DPR korupsi

Jakarta– Masa tugas di Yunani belum selesai, tetapi 8 anggota Badan Kehormatan (BK) DPR sudah terbang ke Turki. Bagi Ketua BK DPR Gayus Lumbuun, uang negara yang terpakai di Turki adalah pemborosan. Bahkan bisa disebut korupsi.

“Ini bukan sekadar pelanggaran etika. Mereka melanggar hukum, bahkan korupsi untuk dua malam di Turki,” kata Gayus, Senin (22/11) malam.

Gayus mendapat informasi tentang duit yang sudah digelontorkan negara bagi mereka. Untuk menginap di hotel Hilton Turki, total dana yang dihabiskan sebesar 3.760 euro. Angka tersebut didapat dari hasil kali 8 anggota BK dikali biaya hotel per malam 235 euro dikalikan dua malam.

Selain itu, uang saku yang diperoleh anggota BK per hari di Turki adalah USD 376. Dikali 8 orang dan dua hari jumlahnya mencapai USD 6.016. Tidak hanya itu, uang makan per hari rombongan mencapai angka USD 450.

“Mereka melancong dua hari di sana. Mereka meninggalkan tugas. Kalau alasan transit, nggak mungkin pulang dari Yunani dua hari lebih awal,” tegas Gayus.

Meski diduga ada unsur pelanggaran hukum, politisi PDIP ini enggan membawanya ke ranah pidana. Menurut dia, penanganan cukup dilakukan pada masing-masing fraksi.

Gayus juga mengaku belum menyusun jadwal untuk bertemu dengan 8 anggota BK tersebut. “Tadinya saya mau bertemu Kamis ini, tapi karena mereka sudah membuka ini semua. Ya, biar saja,” tutupnya.

Rombongan BK DPR yang melakukan kunjungan kerja ke Yunani mengaku sempat transit di Turki. Di sela-sela menunggu tiket pesawat, DPR menyempatkan berjalan-jalan ke Istana Raja Turki.

Namun, mereka membantah telah disuguhi tari perut. Kunjungan di Yunani pun dilakukan karena mereka kehabisan tiket.

Sementara Gayus menyebut 8 anggota BK DPR yang pelesiran ke Turki telah mangkir dari tugas. Alasannya, dalam surat tugas yang ditandatangani ketua DPR Marzuki Alie, rombongan BK DPR berada di Yunani mulai 23-29 Oktober 2010. Namun, pada tanggal 27 Oktober, rombongan sudah meninggalkan negeri para filsuf itu.detik.com

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…