Selasa, 23 November 2010 21:15 WIB Sport Share :

Aksi lempar batu warnai pertandingan Persis vs Persiram

Solo (Espos)--Aksi pelemparan botol kembali mewarnai jalannya laga kedua Persis kontra Persiram Raja Ampat pada laga lanjutan Liga Ti-Phone Divisi Utama di Stadion Manahan, Solo, Selasa (23/11). Jika sebelumnya, pada laga pertama Jumat lalu, kemarahan ditunjukkan kepada wasit Nanang Surendro, kali ini sejumlah penonton yang mengenakan atribut Pasoepati melampiaskan amarahnya kepada para pemain Persiram dengan melakukan lemparan ke bench para pemain Raja Ampat.

Presiden Pasoepati, Bimo Putranto mengaku kecewa dengan insiden tersebut. Ia mengatakan seharusnya  Pasoepati bisa menjaga nama baik sebagai suporter yang simpatik dan Persis Solo.

“Namun saya tidak bisa menyalahkan sepenuhnya sikap supporter. Semua itu karena sikap wasit yang kurang jeli dalam memimpin pertandingan. Selain itu, adanya perlawanan dari para pemain membuat penonton emosi,” ujar Bimo saat dijumpai Espos seusai pertandingan.

Aksi saling lempar antara penonton dan pemain ini semula dipicu protes pihak Persiram yang tidak terima dengan keputusan wasit mengesahkan gol Joko Rusmanto di injury time babak kedua. Mereka mengatakan bahwa gol Joko Rus tidak sah karena hanya memantul ke gawang dan tidak melewati garis. Namun, wasit Solikhin asal Surabaya yang  memimpin jalannya laga tetap mengesahkan gol tersebut karena menilai bola sempat masuk.

Atas protes pemain lawan ini, para penonton yang berada di tribune VIP mulai melemparkan botol ke <I>bench<I> pemain lawan. Namun, pemain Persiram tidak gentar, bahkan mereka berani membalas dan menebar ancaman kepada penonton.

Insiden tersebut sempat terjadi beberapa detik. Selain botol-botol mineral yang menjadi sasaran, kursi di tribune penonton pun sempat menjadi sarana kemarahaan penonton.

Senada dengan Bimo, Ketua Umum Persis, FX Hady Rudyatmo pun mengaku kecewa dengan sikap para penonton yang menodai sportifitas para pemain tuan rumah, sore itu. Ia mengatakan, seharusnya Pasoepati mendukung sepenuh hati perjuangan para pemainnya. “Saya berharap Pasoepati bisa mengendalikan diri. Laga jangan dinodai dengan aksi pelemparaan yang bisa mencoreng nama baik tim ini,” imbuhnya.

Selain aksi lempar antar pemain dan penonton, insiden pun sempat tribune Cu-9 dan CU-3. Bahkan aksi lempar-lemparan tersebut sempat membuat salah satu anggota Pemuda Pasoepat yang ingin meredam kemarahaan massa terkena benda tumpul hingga harus mendapat perawatan.

m89

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…