Senin, 22 November 2010 23:14 WIB Boyolali Share :

Terseret arus lahar dingin Kali Apu, seorang warga alami kaki retak

Boyolali (Espos)--Dua orang warga Dukuh Pentongan, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Suwarjo, 33 dan Sutar, 45, yang terseret arus lahar dingin saat melintas di dam Kali Apu, Minggu (21/11) petang saat ini masih menjalani perawatan di RSU Muntilan. Suwarjo mengalami retak kaki kiri, sedang Sutar mengalami luka lecet di bagian kepala.

Salah seorang kerabat korban Pardi menuturkan saat itu, keduanya hendak ke rumah adik Sutar, Topo, 32 di Dukuh Gadingan, Desa Tanun, Kabupaten Magelang.

Saat itu keduanya memilih melintas di dam Kali Apu melewati Desa Tlogolele untuk menghemat jarak. Pasalnya, jelas Pardi, jika melewati Magelang harus memutar lebih dari 10 km.

“Saat melintas dam Kali Apu, arus tiba-tiba besar dan langsung menyeret keduanya yang tengah berboncengan menggunakan motor Kawazaki Blitz Nopol AD 2875 DD,” papar dia.

Pardi menuturkan setelah terseret arus, kedua korban itu sempat meminta pertolongan, namun tidak ada orang yang mengetahuinya. Baru setelah itu warga Desa Klakah mengetahui korban terseret arus dan memberikan bantuan.  Korban, jelas Pardi, sempat naik sendiri ke atas dam setinggi sekitar tujuh meter, sebelum perawatan medis lebih lanjut.

“Setelah itu dibawa ke Muntilan untuk penanganan lebih lanjut,” papar dia.

Sementara, Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Selo AKP Suparma mengatakan saat ini motor yang dikendarai korban masih berada di Mapolsek Selo.

“Keduanya juga masih menjalani perawatan di Muntilan, Magelang,” papar dia.

Terpisah, Koordinator Jaringan Informasi Lingkar (Jalin) Merapi Sinam M Sutarno mengatakan kondisi kedua korban mulai membaik. Meski demikian, keduanya masih menjalani perawatan intensif di RSU Muntilan.

“Korban Suwarjo berada di ruang anggrek, sedang Sutar di IGD RSU Muntilan. Korban Suwarjo juga belum menjalani operasi,”  ujar Sinam yang saat dihubungi Espos, Senin, masih berada di RSU Muntilan menjenguk kedua korban.

fid

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…